Senin, 30 November 2009 17:42 WIB Internasional Share :

Media Swiss prihatin atas pelarangan menara masjid

Jenewa–Media massa Swiss pada Senin menyatakan keprihatinannya atas rusaknya citra negara itu setelah referendum yang mendukung pelarangan pengadaan menara masjid.

Surat kabar Le Temps mengatakan pemungutan suara dalam referendum itu “diinspirasi oleh ketakutan, dan merusak citra Swiss di mata internasional.

“Balas dendam, boikot dan kebencian dari masyarakat dunia Islam terhadap Swiss bakal tak terhindarkan, dan ini terlalu mahal harganya,” tulis harian Jenewa itu.

Sejumlah orang akan merasakan trauma atas krisis ini dan bakal menimbulkan protes penuh kebencian atau ketidakpercayaan terhadap Swiss. Ini akan menjadi bom waktu,” tulis koran itu.

Harian Lausanne juga menegaskan kekhawatirannya bahwa pelarangan itu akan berdampak negatif terhadap ekspor dan industri keuangan negara. Surat kabar Le Journal du Jura menjuluki referendum pada Minggu (29/11) itu sebagai “ketakutan yang berlebihan.”

Sementara itu, surat kabar La Liberte of Fribourg mengomentari pelarangan menara itu sebagai “ketakutan berlebihan yang dikaitkan dengan Islamisasi di negara itu.”

Surat kabar Zurich, Tagesanzeiger mengatakan negara itu telah terbagi antara “modern-intenesionalis” di satu pihak, dan tradisional-nasionalis di pihak lain. Disebutkan, referendum tersebut akan memperdalam isolasi internasional terhadap Swiss.

Senada dengan media massa, kalangan pengusaha Swiss juga mengatakan keputusan itu merugikan sikap internasional Swiss dan dapat merusak hubungan dengan negara Muslim serta penanam modal kaya yang melakukan transaksi perbankan, berpegian dan berbelanja di sana.

Omar Ar-Rawi, wakil integrasi Islamic Domination di Austria, menyatakan kekecewaannya atas sikap itu dan menilai bahwa Swiss telah gagal memberi tanda yang jelas mengenai keragaman, kebebasan beragama dan hak asasi manusia.

Referendum yang melarang menara masjid yang biasa digunakan untuk azan (seruan) setiap lima waktu shalat harian, itu disahkan pada Minggu lewat referendum dengan 57,5 persen suara menyetujui di 22 dari 26 wilayah negara itu.Umat Muslim di Swiss dan sejumlah negara menilai referendum tersebut sebagai bias dan anti-Islam.

Hasil referendum yang melarang menara masjid itu menimbulkan kecaman dari sejumlah kalangan internasional. Musfti Nasional Mesir Ali Gouma pada Minggu mengecam keras atas sikap Swiss tersebut, namun ia mengimbau dunia Islam agar tidak terpancing emosi atas masalah itu.
Ant/tya

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…