Senin, 30 November 2009 10:30 WIB Internasional Share :

Koran The Sunday Times ditarik dari peredaran


Dubai–
Koran Inggris the Sunday Times ditarik dari kios-kios di Uni Emirat Arab (UEA) menyusul pemberitaan intensif mengenai masalah utang Dubai.

Dewan Media Nasional memerintahkan para distributor menolak the Sunday Times tanpa memberikan alasan, demikian keterangan eksekutif koran tersebut dikutip detikcom dari the Wall Street Journal (29/11).

The Sunday Times edisi 29/11/2009 memuat gambar dua halaman mengilustrasikan Emir Dubai Sheik Mohammed bin Rashid Al Maktoum tenggelam dalam lautan utang.

Pihak the Times tak bersedia menjelaskan alasan penolakan atau jangka waktu kapan (penolakan) itu dicabut.

Koran ini adalah bagian dari News International, anak usaha News Corp., yang juga pemilik Dow Jones & Co. The Times dan the Sunday Times diterbirkan di U.A.E. melalui mitra lokal SAB Media.

Seorang pejabat pemerintah di Abu Dhabi, ibukota UEA, mengatakan bahwa gambar Sheikh disertai judul berita “Tenggelamnya Mimpi Dubai’ itu dinilai offensive (melecehkan, red).

Di UEA, yang antara lain mencakup Dubai, berlaku kode etik melarang publikasi yang mengkritisi penguasa setempat. Media lokal dan pejabat pemerintah setempat juga telah mengeluarkan kritik terhadap pers internasional menyangkut pemberitaan mengenai krisis utang negeri itu.

Sebelumnya pada awal bulan ini penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum mengatakan kepada para wartawan dalam sebuah konferensi tentang investasi agar mereka tutup mulut dan berhenti mengkritik emirat dan hubungannya yang krusial dengan Abu Dhabi.

Dubai saat ini sedang berjuang menghadapi utang yang diperkirakan melebihi US$80 miliar.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja PT SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…