Senin, 30 November 2009 22:55 WIB Boyolali Share :

Dewan Boyolali
RAPBD 2010 perlu segera direvisi

Boyolali (Espos)--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali meminta kepada Bupati Boyolali, Sri Moeljanto untuk merevisi kembali Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2010.

Demikian pendapat yang mengemuka dari beberapa fraksi DPRD Kabupaten Boyolali pada Rapat Paripurna Pandangan Umum terhadap Ranperda APBD Kabupaten Boyolali tahun 2010 di Gedung setempat, Senin (30/11).

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Musthofa Syafawi menilai RAPBD Kabupaten Boyolali tahun 2010 merupakan RAPBD terburuk dan perlu direvisi.

“Fraksi PAN menilai RAPBD 2010 dengan defisit riil sebesar Rp 9.308.226.000 tidak memenuhi syarat anggaran sebagaimana diatur dalam PP No 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 57 ayat 3,” kata Musthofa yang membacakan Pandangan Umum FPAN.

Menurut Musthofa dalam pemahaman FPAN, APBD tidak boleh defisit riil. Meski dalam keadaan bagaimanapun, imbuhnya, harus ada solusi pembiayaan berupa hutang, penerimaan piutang atau penjualan aset. Dia menegaskan defisit riil akan menyulitkan pelaksanaan APBD dan itu tidak masuk akal.

Ditambahkan Musthofa, dalam RAPBD yang diajukan Bupati, defisit belanja Rp 52.275.226.000 belum secara cukup dicarikan pembiayannya, artinya, pembiayaan netto yang direncanakan belum bisa menutup defisit belanja tersebut. Sehingga, masih menyisakan defisit riil.

“Oleh karena itu, Fraksi Partai Amanat Nasional meminta kepada Bupati untuk merevisi RAPBD 2010 dan mencarikan pembiayaan untuk menutup defisit anggaran sebelum dibahas oleh DPRD sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,”jelasnya.

Permintaan revisi terhadap RAPBD Kabupaten Boyolali 2010 juga disampaikan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Moh Basuni SAg, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Dwi Purwanto dan Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Agung Supardi SPd.

Basuni menuturkan FPKS mengajak untuk melihat dan mencermati struktur RAPBD Kabupaten Boyolali tahun 2010 disertai sikap kejujuran dan keterbukaan serta didasari semangat untuk menghadirkan APBD yang progresif dan adil bagi masyarakat Boyolali.

nad

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pasang Naik Pendidikan Islam

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/6/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo, dan pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat email penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP…