Senin, 30 November 2009 17:05 WIB Solo Share :

Aktivis GMNI demo galang dukungan Wong Solo hak angket Bank Century


solo (Espos)–
Belasan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Solo, Senin (30/11), unjuk rasa menggalang dukungan wong Solo terhadap penggunaan hak angket Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam kasus Bank Century.

Berdasar pantauan Espos dilaporkan, aksi dimulai dari simpang empat Gladak, Pasar Kliwon, sekitar pukul 11.30 WIB. Massa membentangkan poster-poster berisi pernyataan sikap tentang penuntasan skandal Bank Century. Saat bersamaan, beberapa aktivis meminta tanda tangan warga Solo tentang dukungan penggunaan hak angket DPR.

Dalam aksi tersebut, perwakilan mahasiswa melakukan orasi politik yang berisi tentang kecamatan terhadap upaya kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). GMNI menilai langkah penyelamatan Bank Century oleh pemerintah cacat hukum. Pasalnya dasar hukum langkah itu yakni Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK), ditolak DPR 18 Desember 2008.

Setelah berorasi di simpang empat Gladak, massa melakukan long march menuju Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo. Di kejaksaan, perwakilan massa juga berusaha mengumpulkan tanda tangan dari para staf Kejari.

Namun disayangkan, tak satu pun pegawai institusi penegak hukum itu bersedia membubuhkan tanda tangan. Aksi galang dukungan GMNI berhasil mengumpulkan sekitar 250 tanda tangan dari warga Kota Bengawan. “Hasil pengumpulan tanda tangan kami serahkan kepada Kajari,” ujar petugas Humas GMNI Solo, Sunardi, 23, saat ditemui wartawan di sela-sela aksi.

Dia menjelaskan, GMNI meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersikap tegas, transparan dan konsisten sebagai langkah kunci penuntasan kasus Bank Century. Selain itu GMNI menuntut tanggung jawab sosok sentral dalam bailout Bank Century, Sri Mulyani dan Boediono, dengan mundur dari jabatan mereka.

kur

lowongan kerja
lowongan kerja CREATIVE DESAIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…