Minggu, 29 November 2009 11:06 WIB News Share :

Pemasang iklan "Pemfitnah SBY Go To Hell", dinilai hanya cari muka

Jakarta–Pemasang iklan “Go to Hell Pemfitnah SBY” dinilai hanya menjilat dan mencari muka. Pemasang juga dinilai berharap ‘sesuatu’ dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kalau itu ada yang menganggap bahan tertawaan, ada yang menganggap serius. Saya menduga ini orang yang menjilat, cari muka,” ujar pakar komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando ketika berbincang, Sabtu (29/11).

Dilihat dari iklannya yang hanya satu kolom, Ade mengatakan iklan itu tidak akan berpengaruh apa pun karena sekarang bukan masa kampanye. Ade juga menilai orang itu hanya ingin diketahui eksistensinya sebagai pembela SBY dengan memasang iklan. Ada ‘imbalan’ yang diharapkannya.

“Saya duga tujuannya membuat orang tahu bahwa dia pembela SBY. Barangkali berharap mendapatkan sesuatu dari dukungannya. Kalau dia pengusaha, ingin terlihat berperan dalam membela SBY. Harapannya dapat konsesi macam-macam, yang bernilai ekonomi,” imbuh mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu.

Dari segi bahasa, kata ‘go to hell’ sendiri untuk iklan tidak terlalu vulgar. Mengingat Presiden Soekarno pernah menggunakan kata ‘go to hell’ ini sebagai reaksi penolakannya atas bantuan dari luar negeri, ‘Go to hell with your aid’. Namun demikian, pemasang iklan itu dinilai tidak berwibawa.

“Makin menunjukkan bahwa betapa tidak berartinya pembelaan dia ini. Kayak buang uang saja (pasang iklan). Saya yakin kelompok inner circle-nya SBY tidak akan menganggap ini serius. Pos Kota juga tidak ingin terlihat seperti media propagandanya SBY,” tandas Ade.

Sebelumnya diberitakan, iklan yang memberikan dukungan kepada Presiden SBY muncul di Harian Pos Kota terbitan Sabtu 28 November 2009. Iklan tersebut mengecam pembuat fitnah terhadap SBY. Namun tidak dijelaskan fitnah apa yang dimaksud.

Iklan itu memang tidak dibuat dalam skala besar, namun kecil saja. Tepatnya seukuran 1 kolom. Iklan hitam putih itu terpampang pada kolom paling kiri halaman 3A. Pemasang adalah PT Asiamaju Selaras yang beralamat di Wisma PEDE, Jl MT Haryono, Kavling 17, Jakarta.

Iklan tersebut bergambar separuh badan SBY yang mengenakan jas dan berpeci. Dalam iklan itu tertera tulisan ‘SBY Harapan Baru’. Pada bagian bawah tulisan itu tertulis kalimat ‘Semoga Sumber Fitnah di Bumi ini Go To Hell, Amin.’

Harian Pos Kota mengaku hanya akan menerbitkan iklan itu satu hari saja, hari Sabtu kemarin dan akan mengevaluasi materi iklannya.
dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan┬áSolopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di┬ámilkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áPredikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…