Minggu, 29 November 2009 20:05 WIB Solo Share :

Organisasi kepemudaan promosi batik Solo

Solo (Espos)–Organisasi kepemudaan di Soloraya yang belum genap setahun ini berdiri, 234 SC bertekad mengusung batik Solo ke seluruh Nusantara. Sebagai pijakan awal, organisasi kepemudaan yang memiliki cabang se-Indonesia tersebut tengah memproses pembuatan batik motif parang asli Solo untuk baju wajib anggota 234 SC se-Indonesia.

“Kalau bisa, kami akan promosikan batik asal Solo ke dunia,” tekad Koordinator 234 SC Soloraya, Agung Yudhanto dalam acara silaturahmi dengan para anggotanya di Kawasan Manahan Solo, Minggu (29/11).

Menurut Agung, Solo sebagai ikon budaya Jawa selain Yogyakarta harus merebut kembali ruh kebudayaan di Kota Solo. Salah satunya ialah dengan mengembalikan ikon batik yang telah diakui dunia itu ke Solo.

“Solo itu saya anggap sebagai simbahnya batik. Maka, Sololah yang mestinya menjadi ikon batik,” terangnya.

Bukan itu saja, lanjut Agung, 234 SC sebagai sebuah organisasi kepemudaan yang secara nasional berdiri sejak tahun 1987 ternyata embrionya juga didirikan oleh orang asli Solo, yakni alhamrhum KPH Soetarjo Soerjosoemarno. Kondisi tersebut, lanjut Agung, mau tak mau telah menjadi beban tanggung jawab sekaligus pemicu para anggota 234 SC untuk turut mengharumkan nama Solo sebagai kota kelahiran mendiang KPH Soetarjo Soerjosoemarno.
asa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…