Minggu, 29 November 2009 11:56 WIB Pendidikan Share :

Dampak silang UN dikhawatirkan pengaruhi mental siswa

Semarang–Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk menyilang siswa antarsekolah dalam Ujian Nasional (UN) 2010 mendatang dikhawatirkan akan memengaruhi mental para siswa.

“Kami khawatir nyali para siswa akan drop (jatuh) saat harus melaksanakan UN di sekolah lain, sebab mereka pasti merasa asing,” kata Kepala SMAN 12 Semarang, Titi Priyatiningsih di Semarang, Minggu (29/11).

Menurut dia, para siswa tentunya lebih sering beraktivitas di sekolahnya sendiri, termasuk saat melaksanakan ujian, sehingga pelaksanaan ujian di tempat lain pasti akan membutuhkan proses adaptasi yang cukup lama.Ia mengatakan, penerapan sistem silang terhadap siswa dalam UN 2010 mendatang juga berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan UN tahun-tahun sebelumnya yang menerapkan sistem silang untuk para pengawas (guru).

“Kalau bagi pengawas, penerapan sistem silang antarsekolah tentunya tidak akan menemui banyak kendala, sebab pengawas yang terdiri dari para guru sudah terbiasa melakukannya seperti UN tahun lalu,” katanya.

Namun, kata dia, siswa belum pernah melakukan sistem silang, sehingga dikhawatirkan akan menemui banyak kesulitan, misalnya saat mencari lokasi sekolah tempat pelaksanaan UN, apalagi jika lokasinya ternyata jauh.

“Kami memang belum tahu pelaksanaan secara teknis sistem silang untuk siswa nantinya seperti apa, namun kami berharap pihak penyelenggara UN mempertimbangkan beberapa hal, seperti lokasi dan jarak tempuh,” katanya.

Titi berharap, pemilihan sekolah tempat pelaksanaan UN sebaiknya tidak terlalu jauh dengan lokasi tempat tinggal dan sekolah asal, untuk memudahkan akses dan proses adaptasi yang dilakukan siswa.

Kepala SMAN 16 Semarang, Choirul Imdat juga mengatakan hal serupa, pelaksanaan sistem silang untuk para siswa dalam pelaksanaan UN 2010 mendatang harus mempertimbangkan faktor kedekatan dengan sekolah asal.

“Pengaruhnya terhadap mental siswa tetap saja ada, misalnya siswa akan ‘nervous’ sebab tidak melaksanakan ujian di sekolahnya sendiri dan bertemu dengan siswa-siswa lain yang tidak mereka kenal,” katanya.

Sebelumnya, anggota BSNP Prof. Mungin Eddy Wibowo mengatakan, dalam penyelenggaraan UN 2010 mendatang, sistem silang antarsekolah akan diterapkan untuk para peserta UN dari kalangan SMA dan MA.

Menurut dia, sistem silang siswa itu hanya diterapkan untuk SMA dan MA, sementara SMA Luar Biasa (SMALB), SMK, SMP tetap melangsungkan UN dengan sistem tahun lalu yang menerapkan silang antarsekolah untuk pengawas.

“Para siswa akan memiliki kepercayaan diri dan termotivasi belajar lebih giat, karena peserta tidak mengenal satu sama lain, sehingga potensi kecurangan dengan bekerja sama mengerjakan soal akan berkurang,” kata Mungin.
Ant/tya

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Krisis Kepribadian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (19/7/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Manusia harus menjadi majikan (penguasa) atas hawa nafsunya. Artinya ia berdaulat…