Minggu, 29 November 2009 19:12 WIB Solo Share :

2010, Depsos anggarkan Rp 3,6 T untuk kemiskinan

Solo (Espos)–Pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp 3,6 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010, untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Dana itu untuk pelaksanaan program pengentasan kemiskinan seperti program keluarga harapan (PHP), kredit usaha bersama (Kube), santunan untuk orang lanjut usia (Lansia), serta santunan bagi penyandang cacat berat.

Untuk yang disebut pertama merupakan program baru dan unggulan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Program tersebut merupakan gebrakan kinerja 100 hari pertama Presiden SBY. Dalam program tersebut, sasaran penerima bantuan dicatat by name dan by address.

Keterangan tersebut disampaikan Menteri Sosial RI, Dr Salim Segaf Al Jufri MA, saat ditemui wartawan di sela-sela peresmian Sekolah Kita yang merupakan sekolah bagi anak jalanan (Anjal), di Petoran, Jebres, Jebres, Solo, Minggu (29/11).

“Dibandingkan tahun lalu yang Rp 3,4 triliun, terjadi peningkatan alokasi anggaran pengentasan kemiskinan sekitar 200 miliar. Peningkatan ini akan digunakan untuk program keluarga harapan,” ujarnya.

Salim menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan menekan jumlah penduduk miskin hingga menjadi hanya delapan persen dari total penduduk Indonesia. Untuk saat ini jumlah penduduk miskin sekitar 15 persen dari total penduduk. Pemerintah optimistis target dapat direalisasi lima tahun ke depan. Disampaikan Mensos, jumlah penduduk miskin di Tanah Air tercatat 76 juta orang, 20 juta diantaranya masuk kategori sangat miskin.

 

kur

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…