Sabtu, 28 November 2009 17:17 WIB News Share :

Istana no comment soal iklan Go to Hell untuk pemfitnah SBY

Jakarta–Pihak Istana Kepresidenan enggan mengomentari iklan ‘Go To Hell Untuk Pemfitnah SBY’ yang muncul di Harian Pos Kota. Alasannya, itu sekedar iklan kolom dan bukan berita headline utama.

“Saya belum bisa komentar soal iklan itu, kan bukan headline,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Sabtu (28/11) sore.

Julian mengaku Pos Kota merupakan salah satu dari sekian banyak harian yang wajib dia baca setiap hari. Namun dirinya belum tahu jika di halaman 3A harian itu ada iklan tersebut.

“Saya cuma baca beritanya,” alasan dia.

Iklan berukuran satu kolom tersebut intinya memberikan dukungan kepada Presiden SBY. Iklan tersebut mengecam pembuat fitnah terhadap SBY, tapi tidak jelas fitnah apa yang dimaksud.

Iklan tersebut bergambar foto SBY dengan tulisan ‘SBY Harapan Baru’. Pada bagian bawah itu tertulis kalimat ‘Semoga Sumber Fitnah di Bumi ini Go To Hell. Amien’.

Iklan berukuran 1 kolom itu dipasang oleh PT Asiamaju Selaras. Perusahaan tersebut beralamat di Wisma PEDE, Jl MT Haryono Kav 17 Jakarta.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja HORIZON, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…