Sabtu, 28 November 2009 20:37 WIB Karanganyar Share :

5 Tahun tanpa perbaikan Jalan di Bumi Wonorejo Indah rusak berat

Karanganyar (Espos)–Jalan utama di kawasan Perumnas Bumi Wonorejo Indah, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, sudah lama dalam kondisi rusak berat. Sayang, selama lima tahun terakhir ini belum pernah ada upaya perbaikan dari pihak terkait.

Warga setempat mengharap, pemerintah atau pun instansi yang berwenang bisa segera melakukan perbaikan guna memperlancar arus transportasi dan mobilitas masyarakat secara umum.
Pantauan Espos, Sabtu (28/11), jalan sepanjang kurang lebih 250 meter itu hampir tidak ada yang halus. Aspal jalan sudah banyak yang terkelupas, serta banyak lubang di mana-mana. Jika hujan turun, lubang-lubang itu sudah mirip kubangan. Kondisi ini sering dikeluhkan warga maupun pengguna jalan, karena dapat mempercepat kerusakan kendaraan mereka.

“Kondisi jalan yang seperti ini tentu sangat mengganggu. Kami harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok ke dalam lubang. Bisa-bisa motor saya cepat rusak, kalau setiap waktu melewati jalan yang rusak parah ini. Tapi mau bagaimana lagi. Ini adalah satu-satunya jalan masuk dan keluar perumahan,” kata salah satu warga, Agung.

Sementara ditemui terpisah, Kepala Desa Wonorejo, Suhud Ansori, mengaku sudah kerap menerima keluhan warga setempat soal kerusakan jalan di Bumi Wonorejo Indah. Diakuinya, jalan sepanjang 250 meter itu sudah lima tahun terakhir ini rusak. Selama itu pula belum pernah ada perbaikan. Akibatnya, kerusakan jalan juga kian menjadi-jadi. “Belum pernah sekjali pun ada perbaikan jalan, selama lima tahun ini,” kata dia.

Namun, lanjutnya, baru-baru ini warga setempat mulai berinisiatif untuk menghimpun dana secara swadaya demi perbaikan jalan. Pekan lalu, Bupati Karanganyar Rina Iriani juga menyalurkan bantuan dana senilai Rp 15 juta bagi pemerintah desa untuk biaya tambahan perbaikan jalan.

“Dengan dana swadaya warga, ditambah bantuan dari pemerintah senilai Rp 15 juta itu, mudah-mudahan cukup untuk memperbaiki jalan tersebut. Warga sendiri menghendaki supaya jalan itu dipaving, karena bila diaspal, takutnya gampang rusak mengingat tanah di sini labil. Itu akan kami rembug lagi dengan warga,” terang Suhud.

dsp

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…