Jumat, 27 November 2009 20:35 WIB Hukum,Solo Share :

Setelah beraksi, pencuri motor pura-pura gila

Solo (Espos)–Seorang pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor), Tri Yulianto, 20, penduduk Poncol Jaya RT 02/RW V Kuningan Barat, Jakarta Selatan tepergok saat melakukan aksinya di sebuah kos di Jl Sartono No 85 Solo, Rabu (25/11) lalu.

Namun, setelah dibawa ke Polsek Banjarsari ada dugaan pelaku berpura-pura mengalami gangguan kejiwaan. Informasi yang dihimpun Espos Jumat (27/11), menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Dalam kejadian itu, pelaku berusaha menggondol sepeda motor Suzuki Smash dengan nomor polisi (Nopol) B 6732 NEJ milik Arfhi Fhitri Susanti, 20, warga Janjang, Jiken, Blora.

Awalnya, korban yang merupakan salah seorang mahasiswi ini memarkirkan sepeda motornya di depan kosnya. Di tempat tersebut, sepeda motor itu tidak dikunci stang dan korban meninggalkannya untuk kuliah sejak pukul 08.00 WIB. Mengetahui ada sepeda motor di dalam kos, pelaku kemudian beraksi.

Dia mendatangi kos korban dan berpura-pura berkunjung di tempat itu. Saat berada di kos itu, pelaku berpapasan dengan Zircon Tri, 21, warga Colomadu, Karanganyar. Bahkan, dengan tenangnya pelaku menyapa Zircon. Karena Zircon tidak mengenal pelaku dan gerak-geriknya mencurigakan, Zircon meminta seorang penjaga warung Internet (Warnet), Candra Novan, 29, untuk memantau gerak gerik pelaku.

Benar saja, pelaku menggondol sepeda motor korban itu. Namun, dengan cepat, Candra meringkusnya dan Zircon menghubungi aparat kepolisian. Pelaku kemudian digelandang ke Polsek Banjarsari. Di Mapolsek Banjarsari, pelaku menjalani pemeriksaan. Namun, ketika diperiksa, ada dugaan pelaku berpura-pura mengalami stres.

Polisi masih berupaya untuk menyelidiki kejadian itu. Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kapolsek Banjarsari AKP Edison Panjaitan menjelaskan, pihaknya masih mendalami kejadian itu.

“Sedang kami lakukan pemeriksaan. Untuk memastikan apakah memang mengalami gangguan kejiwaan atau tidak, dia (pelaku-red) akan kami bawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo untuk diperiksa,” ungkap Edison ketika dihubungi Espos.

dni

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO — Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…