Jumat, 27 November 2009 14:55 WIB News Share :

Oknum kepolisian ancam bredel media

Jakarta–Ancaman kepada media kembali terjadi. Kali ini hal tersebut menimpa seorang wartawan yang hendak mengabadikan momen dengan kameranya.

Kejadian bermula saat Sandro sedang meliput proses pemotongan hewan kurban di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri. Saat itu satu ekor sapi yang akan disembelih berontak dan berlari.

Melihat kejadian unik tersebut Sandro berusaha mengabadikannya dengan kamera. Namun Sandro malah ditegur oleh seorang panitia yang belakangan diketahui merupakan aparat kepolisian.

“Dari mana kamu?” tanya oknum polisi itu seperti ditirukan Sandro.

Kemudian dijawab oleh Sandro bahwa dirinya dari wartawan. Namun Sandro malah mendapatkan ancaman.

“Beritain yang bener, awas saya bredel nanti,” bentak si oknum yang mengenakan baju koko putih itu.

Kejadian tersebut tidak terjadi sekali, wartawan tersebut diancam hal serupa hingga dua kali disertai dengan nada yang tinggi.

Ketika rekan wartawan lain berusaha untuk meminta konfirmasi kepada yang bersangkutan, beberapa wartawan juga mendapat kekerasan. “Kamu jangan coba-coba ngancam saya,” bentak oknum tersebut.

Namun setelah ditenangkan rekan panitia lainnya, oknum tersebut akhirnya mau meminta maaf.

“Saya tidak mengancam cuma mengingatkan saja soalnya pengalaman yang sudah-sudah begitu (pemberitaan tidak benar). Sudah saya tidak mau komentar, saya minta maaf,” ujar si oknum dan langsung berlalu dari wartawan.

Menurut Ketua Panitia, yang bersangkutan memang anggota kepolisian dan punya masalah dengan emosi. Sayangnya hingga saat ini tidak ada yang bisa ditanyai indentitas oknum tersebut. Namun informasi dari berbagai sumber yang bersangkutan merupakan perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang berdinas di Mabes Polri.
dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja PT.MATARAM MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO¬†— Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…