Jumat, 27 November 2009 20:14 WIB Haji,Internasional Share :

Lempar jumroh, para copet beraksi

 Mekah (Espos)–Aksi copet rupanya bukan saja terjadi di lokasi-lokasi rawan seperti terminal atau bus-bus. Di Tanah Suci Mekah, aksi pencopetan juga bukan hal baru lagi. Menurut wartawan SOLOPOS, Insetyonoto dari Tanah Suci Mekah, aksi pencopetan itu biasanya bermodus seolah-olah menabrak korban lalu pelaku pura-pura membantu korban.

Celakanya, yang selama ini empuk untuk dijadikan korban pencopetan ialah jemaah haji yang sudah tua-tua yang sekadar untuk berjalan saja sudah teramat susah. Seperti yang terjadi pada Jumat (27/11).

Salah satu jemaah asal Indonesia dari Kloter 46 Kota semarang, Triatun, 55, telah menjadi korban pencopetan seusai melempar jumlah ula di Mina. Kondisi tersebut kadang bisa dimaklumi karena saat-saat seperti sekitar 34 juta manusia sedunia berkumpul jadi satu di sana.

Maka, tabrakan dan desak-desakan pun tak terhindarkan. “Saat itu, korban tak menyangka jika yang menabrak itu ternyata pencopet. Karena, seusai menabrak dia pura-pura membantu,” ujarnya.

Dan yang membikin heran jemaah haji Indonesia ialah, kata dia, para pencopet itu ternyata bukan laki-laki, melainkan perempuan. Mungkin saja, karena korban ialah perempuan, maka pelaku juga perempuan. “Kami baru sadar setelah kembali ke tenda, dan ternyata salah satu dari kami sudah kecopetan,” ujarnya.

Untung saja, jemah haji tersebut tak terlalu banyak membawa uang. Sehingga, kerugian yang diderita tak sebegitu banyak. “Ya, untungnya cuma 100 real saja atau sekitar Rp 300.000,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, jemaah haji banyak yang kelelahan. Karena jarak tempuh lokasi pelemparan jumrah dengan tenda jemaah masih sekitar 5 kilometer. Jika pulang pergi, maka jemaah haji harus menempuh perjalanan kaki sepanjang 10 kilometer.
asa

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…