Jumat, 27 November 2009 17:11 WIB News Share :

Bocah 9 tahun terinjak-injak saat pembagian kurban

Jakarta–Sungguh malang nasib Elis ,9, hari ini. Demi mendapatkan sekantung daging kurban ia harus terinjak-injak sampai dua kali.

Elis yang sehari-hari ngamen di Prapatan Jl Trunojoyo dan Sultan Hasanudin hari ini terpaksa tidak mengamen. Ia dan kakaknya Imam,13, sejak pukul 07.00 WIB sudah menunggu di pintu gerbang Lapangan Bhayangkara.

Dari pantauan di lokasi, Jumat (27/11), kejadian bermula ketika ratusan warga merangsek masuk, ke areal Lapangan Bayangkara.  Bocah kelas 3 SD ini pun menjadi korban karena terinjak-injak warga yang lain. Tidak hanya Elis, Anisah,54, yang menggendong anaknya juga terinjak-injak.

Setelah berhasil dikeluarkan dari kerumunan warga Elis kemudian menuju tenda sembari menahan rasa sakit di kaki dan tangannya. Namun tak lama kemudian beberapa orang di depannya berlari kearahnya dan kembali menginjaknya. Hal tersebut dikarenakan seekor sapi yang hendak disembelih mengamuk, sapi tersebut berlari kesana-kesini sehingga membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri dari serudukan sapi putih tersebut.

Akibat kejadian ini, Elis harus menerima pengobatan dari petugas medis karena kaki dan lengan terkilir dan luka.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…