Jumat, 27 November 2009 13:57 WIB News Share :

Bambang Sadono belum putuskan calonkan diri lagi

Semarang–Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Tengah Bambang Sadono belum memutuskan untuk mencalonkan diri lagi sebagai pimpinan organisasi ini dalam musyawarah daerah yang digelar di Semarang, Sabtu (28/11).

“Masih dilihat dukungan yang diberikan pengurus tingkat II, kalau mencukupi baru diputuskan untuk maju,” kata Bambang, di Semarang, Jumat (27/11).

Menurut dia, sehari menjelang pelaksanaan musyawarah daerah, ketua dewan pimpinan daerah dari sejumlah kabupaten/ kota telah berada di Kota Semarang dan menemui dirinya.

Namun, ia enggan menyebutkan daerah mana saja yang telah menemuinya.  “Intinya, mereka menanyakan apakah saya akan maju lagi atau tidak,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah ini.

Ia menjelaskan, keputusannya untuk maju akan melihat dulu perkembangan dukungan yang akan diperoleh menjelang musyawarah daerah.

Meski demikian, ia juga mengungkapkan tentang adanya sejumlah daerah yang telah secara terus terang siap mendukung dirinya untuk mencalonkan diri lagi.

Ia menuturkan, selain Dewan Pimpinan Daerah Golkar Blora, terdapat beberapa daerah yang sudah secara terus terang mengungkapkan dukungannya.

Sementara itu, Ketua Biro Koperasi dan Wiraswasta Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Tengah Ahmad Rif’an mengungkapkan perlunya penyegaran dalam kepemimpinan Golkar provinsi ini.

Menurut dia, partai ini perlu pemimpin yang memiliki jiwa kewirausahaan untuk mengurus 35 dewan pimpinan daerah yang ada di bawahnya.

Selain itu, kata anggota Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, partai ini jangan dipimpin oleh orang yang juga menjabat sebagai legislator, demi mengamankan kebijakan partai.

Ia mengatakan, kondisi Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah masih cukup solid, meski tiap individunya memiliki pilihan sendiri dalam mendukung kandidat yang akan maju dalam musyawarah daerah.
Ant/tya

lowongan kerja
lowongan kerja Kantor SD Aisyiyah Gemolong, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…