Kamis, 26 November 2009 01:48 WIB Solo Share :

Pilkada Solo, KPPS siap usung calon sendiri

Solo (Espos)–Koalisi Partai Politik Surakarta (KPPS) memilih akan mengusung sendiri pasangan calon walikota dan wakil walikota tanpa koalisi dengan partai lain.

Ketua Koordinator KPPS, Abdullah AA mengatakan KPPS mempunyai akumulasi perolehan suara terbesar kedua setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yaitu 18,66%.
Akumulasi suara dari 24 partai politik ini membuat KPPS sanggup berkompetisi sendiri, tanpa harus berkoalisi dengan partai politik lain dalam Pilkada 2010.

Kendati demikian, bila ada partai lain yang ingin bergabung, Abdullah mengatakan hal itu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi KPPS. “Karena menduduki posisi kedua terbesar dalam perolehan suara, maka KPPS tetap akan memunculkan calon sendiri dari KPPS. Tetapi kalau ada partai lain yang akan bergabung atau mengajak berkoalisi, KPPS akan mempertimbangkan hal itu,” terang Abdullah, ketika ditemui Espos, di Gedung Dewan, Rabu (25/11).

Kalau pun harus bergabung atau berkoalisi dengan partai politik lainnya, lanjutnya, KPPS harus menghitung kapabilitas dan kapasitas calon yang mungkin diusulkan partai lain itu. Ia menegaskan KPPS ingin mengusung calon yang benar-benar bersih dari KKN.

Koordinator KPPS, Sukatmin menambahkan KPPS juga sudah mengerucutkan pasangan calon yang bakal diusung. Namun soal nama, KPPS belum bersedia menyebutkan kedua nama yang bakal dicalonkan itu. Pasalnya, KPPS masih harus menggodok kandidat-kandidat calon baru yang belum lama ini telah menyatakan siap bergabung dengan koalisi dari 24 partai politik tersebut.

Abdullah mengatakan sudah ada beberapa nama baru yang siap bergabung. Mereka berlatar belakang pengusaha, birokrat dan politikus. Tim lobi pun masih terus melakukan komunikasi dengan partai maupun kandidat calon.

Sementara tokoh masyarakat M Sungkar mengatakan kalangan pemilih yang tidak menggunakan hak suara mereka (Golput) jangan terlalu diharapkan akan memilih calon independen. Pernyataan Sungkar ini menanggapi analisis Jaringan Masyarakat Independen Indonesia (JMII) tentang kekuatan Golput dan calon independen (<I>SOLOPOS, 26/11).

Menurutnya, kalau pun ada calon independen yang bakal maju, belum tentu akan didukung oleh kalangan Golput. Kecuali kalau si calon independen itu mau menandatangani kontrak politik dengan kalangan Golput. Adapun kontrak politik itu bisa berisi komitmen untuk membuat Solo lebih baik sampai melakukan penataan PKL tanpa menimbulkan gejolak.

iik

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…