Kamis, 26 November 2009 15:34 WIB Ekonomi,News Share :

Perusahaan Malaysia siap garap perkebunan kelapa sawit di Sulawesi


Jakarta-
-Salah satu perusahaan Malaysia bernama Fima siap menggarap perkebunan kelapa sawit di Bone Sulawesi seluas 10.000 hektar. Fima juga menggandeng perusahaan-perusahaan lokal diantaranya Intim Group yang merupakan bagian Hadji Kalla Group.

Direktur Utama Intim Group Halim Kalla mengatakan setidaknya akan ada tiga pihak yang terlibat dalam investasi lahan kelapa sawit ini yaitu Fima, Intim Group, dan perusahaan sawit di Sumatera Utara (Medan) termasuk mengajak keterlibatan PTPN untuk penyediaan lahan.

Selain membangun perkebunan sawit, pihaknya juga akan membangun pabrik pengolahan sawit menjadi CPO.

“Kita sudah Mou, realisasi nanti tahun depan,” kata Halim, Rabu (25/11).

Untuk tahap awal, kata Halim, setidaknya investasi yang dibutuhkan hanya kurang lebih Rp 80 miliar yang akan ditingkatkan sejalan dengan pembangunan pabrik pengolahan CPO berkapasitas 30 ton.

“Saya minta ada 3 kelompok, 40% dari Malaysia, 30% pihak lain, dan 30% kami (Intim Group),” katanya.

Halim yang juga Ketua Kadin komite Malaysia ini mengakui minat investor Malaysia berinvestasi kelapa sawit di Indonesia cukup besar.

Meskipun untuk sektor-sektor industri pengolahan (manufaktur), Malaysia kurang tertarik karena mereka lebih tertarik mengembangkan sektor manufaktur di dalam negerinya.

“Niat saya bagaimana memajukan wilayah Bone, memanfaatkan lahan yang tidak produktif diantaranya untuk kelapa sawit,” katanya.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Homeschooling Kak Seto Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…