Kamis, 26 November 2009 23:48 WIB Pendidikan,Solo Share :

Penyelenggaraan UN rawan kecurangan


Solo (Espos)–
Dewan Pendidikan Kota Solo (DPKS) menilai penyelenggaran ujian nasional (UN) di tingkat sekolah rawan kecurangan, lantaran standar kelulusan siswa di tentukan masing-masing sekolah.

Menurut Ketua DPKS, Ichwan Dardiri, ujian nasional (UN) tidak lantas ditiadakan, harus ada peninjauan ulang dan perbaikan apakah dalam sistem tersebut penyelenggara kurang optimal. Dia mengatakan, dilarangnya penyelenggaraan UN bukan berarti akan menepis kecurangan di tingkat sekolah, tanpa adanya standar kelulusan yang ditentukan dari pusat maka pihak sekolah akan memiliki hak penuh untuk melulusan siswa tersebut.

“Harus ada perbaikan sistem UN, bukan lantas melarang tidak boleh diselenggarakan UN,” jelas dia ketika dihubungi Espos, Kamis (26/11).

Menurutnya, ada poin kuat dan lemah dalam penyelenggaraan UN tersebut. Tidak benar jika kompetensi anak hanya ditentukan dari lulus ujian nasional tersebut, sambung dia, pihak sekolah harus memiliki standar kompetensi siswa. Dia mengatakan, adanya perubahan sistem UN karena penyelenggara belum dapat melaksanakan sesuai dengan keingginan masyarakat. Sementara jika UN tersebut dilepas dari pusat kepada masing-masing sekolah hal tersebut akan membuka persoalan baru dan rawan penyimpangan.

das

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…