Kamis, 26 November 2009 02:15 WIB Wonogiri Share :

Pembangunan JLK dipastikan molor


Wonogiri (Espos)–
Rencana pembangunan jalan lingkar Kota (JLK) Wonogiri sepanjang 17 km dan lebar 15 meter melalui lima desa dan satu kelurahan di Wonogiri dan Selogiri dipastikan mundur dari target.

Terbatasnya anggaran membuat pembebasan lahan untuk pelebaran jalan itu tersendat. Kepala Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Guntur Wasito, ditemui di sela-sela melakukan pengukuran tanah di depan SDN Pokoh Kidul II Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Rabu (25/11), mengungkapkan, sejak kali pertama dilakukan pembebasan tanah untuk pembangunan jalan lingkar kota (JLK) tersebut tahun 2008 lalu, hingga saat ini, pihaknya baru berhasil membebaskan tanah masyarakat di tiga desa. Semunya di wilayah Kecamatan Wonogiri.

“Tahun 2008 lalu, kami membebaskan tanah milik 79 warga di Desa Purworejo dan 191 warga di Desa Pokoh Kidul. Anggarannya mencapai Rp 4 miliar. Sedangkan tahun 2009, kami membebaskan tanah milik 65 warga di Buluhsulur dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Anggaran ini sudah termasuk untuk pembebasan bangunan fasilitas umum maupun fasilitas sosial,” jelas Guntur.

Pada 2010 mendatang, Guntur mengatakan, pihaknya sebenarnya menargetkan pembebasan  tanah di dua desa, yaitu Pare dan Singodutan, yang masuk wilayah Kecamatan Selogiri serta satu kelurahan, yaitu Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, sehingga pembebasan tanah untuk JLK itu selesai seluruhnya.

Anggaran yang diajukan dalam APDB 2010 mencapai Rp 5 miliar.
Namun, Guntur menambahkan, karena keterbatasan anggaran, KUA PPAS APBD 2010 hanya menganggarkan Rp 1,5 miliar. Dana itu hanya cukup untuk membebaskan tanah masyarakat di Wuryorejo.
Namun demikian, Guntur mengatakan, pihaknya akan tetap mengupayakan agar pembebasan tanah untuk jalan itu, selesai sampai Singodutan pada 2010 mendatang. Termasuk pembebasan tanah milik Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Pokoh Kidul dan Wuryorejo, serta tanah milik Perhutani di Wuryorejo.

Informasi yang dihimpun, JLK merupakan jalan yang dibangun untuk mendukung pengembangan kota di Wonogiri menyusul segera dibangunnya terminal bus tipe A di Krisak. Jalur lingkar itu dimulai dari Buluhsulur, Purworejo, Pokoh Kidul dan Kelurahan Wuryorejo di Kecamatan Wonogiri. Jalan itu berlanjut ke Pare, Singodutan dan berakhir di terminal.

Salah satu warga Pokoh Kidul, Muji, yang tanahnya ikut dibebaskan berharap JLK segera dibangun agar daerah itu menjadi ramai. “Tanah saya sudah dibebaskan sejak setahun lalu. Nilainya Rp 80.000/meter persegi. Waktu itu saya pikir jalannya segera dibangun, supaya daerah ini tambah ramai, kan bagus untuk usaha. Tapi kok sudah setahun nggak juga dibangun. Uang ganti rugi  yang saya terima sudah telanjur habis,” jelas Muji.

shs

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…