Siti Saraswulan/hkt
Rabu, 25 November 2009 11:03 WIB Tokoh Share :

Wulan tekuni koreografi

Siti Saraswulan/hkt

Siti Saraswulan/hkt

Tak puas sebagai penari atau pemain wayang orang saja, Siti Saraswulan atau yang akrab disapa Wulan mulai menekuni dunia koreografi. Perempuan kelahiran Wonogiri, 40 tahun silam itu lantas memberanikan diri menggarap karya-karya yang disesuaikan dengan basis kesenian tradisional yang selama ini ia tekuni.
Karier sebagai koreografer tari mulai dijajal tiga tahun silam dengan menampilkan karya monolog berjudul Kidung Sekar Puri. Beberapa bulan terakhir ini, pemeran wanita terbaik pada Festival Ketoprak Jawa Tengah dan DIY 1999 pun disibukkan dengan produksi keduanya berjudul Shinta Kobar Pancaka. Garapan terbarunya itu akan ditampilkan di Taman Budaya Surakarta, Rabu (25/11).
”Di usia yang ke-40 tahun, saya mulai berpikir harus konsentrasi menjadi koreografer. Sebenarnya saya sudah tertarik sejak lama, namun baru akhir-akhir ini mulai serius,” papar mahasiswi Pasca Sarjana, Jurusan Penciptaan Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Solo tersebut kepada wartawan, Selasa (24/11).
Selain dikenal sebagai pemain wayang orang maupun pemain ketoprak di RRI Solo, Wulan juga seorang penyanyi campur sari. Sedari kecil, Wulan memang sudah dibiasakan dengan kesenian tradisional. ”Ayah saya seorang wiraswara, dan saya adalah anak satu-satunya yang meneruskan jejak ayah di kesenian,” pungkasnya. hkt

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…