Rabu, 25 November 2009 14:35 WIB News Share :

Total senilai Rp 6,1 triliun aliran dana untuk tambal 'maling'


Jakarta–
Hasil audit investigasi BPK mengungkapkan bahwa dari total suntikan sebesar Rp 6,7 triliun, senilai Rp 6,1 triliun digunakan untuk menambal bobolnya Bank Century akibat ulah tiga pemilik, yakni Robert Tantular, Rafat Ali Rizfi dan Hesham al Warraq.

Menurut BPK, biaya penanganan Rp 6,7 triliun lebih banyak digunakan untuk menutupi kerugian-kerugian Century akibat praktek-praktek tidak sehat dan pelanggaran-pelanggaran ketentuan yang dilakukan oleh pengurus bank, pemegang saham dan pihak terkait Bank Century.

BPK menilai karena Century dinyatakan sebagai bank gagal, maka kerugian-kerugian tersebut pada akhirnya harus ditutup oleh penyertaan modal sementara oleh Lembaga Penjamin Simpanan.

Dari jumlah kerugian Rp 6,1 triliun akibat ulah pemilik, sebanyak Rp 3,1 triliun merupakan kerugian Century akibat ulah Robert Tantular dan Hesham al Warraq. Sedangkan, Rp 3 triliun lagi merupakan kerugian yang disebabkan oleh Robert Tantular dan pihak terkait Robert.

Sementara tudingan sejumlah kelompok yang memojokkan pengambil kebijakan dalam kasus PT Bank Century Tbk kemungkinan bakal menghadapi kendala.

Selain tudingan itu disangkal oleh Menkeu Sri Mulyani dan Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan juga menunjukkan penyebab suntikan modal Century sebesar Rp 6,7 triliun.

Sehari setelah BPK menyerahkan hasil audit ke DPR, Menkeu membantah tudingan bahwa bail-out Century dilakukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

“Tidak ada klonflik kepentingan, baik pribadi atau kelompok yang menodai keputusan ini,” ujar Sri Mulyani. Mantan Gubernur BI Boediono juga menyampaikan jawaban serupa sebelumnya sesuai dilansir dari VIVAnews, Rabu (25/11).

isw

lowongan kerja
lowongan kerja PT Astra International tbk Daihatsu Solobaru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…