Rabu, 25 November 2009 16:43 WIB Solo Share :

Puluhan aktivis Waper gelar demo peringati Hari Penghapusan kekerasan terhadap perempuan

Solo (Espos)–Sekitar 20-an aktivis Wadah Pembebasan Perempuan (Waper) Solo, Rabu (25/11) siang melakukan unjuk rasa di Bundaran Gladak, Pasar Kliwon, untuk memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

Berdasar pengamatan Espos, aksi damai berlangsung tertib, diisi dengan teatrikal kisah Marsinah, serta pembagian seribu bunga dan selebaran Stop violence. Petugas Humas Waper Solo, Nurohmi Kurniasari di sela-sela aksi menuntut penegakan Undang-undang (UU) No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut dia, implementasi UU No 23/2004 dan UU No 7/1987 tentang ratifikasi konvensi perempuan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, oleh pemerintah Indonesia masih kurang. Di sisi lain, selama ini perempuan Indonesia masih terbelenggu pada norma sosial dan adat masyarakat. “Kami suguhkan teatrikal dua perempuan memakai masker di wajah sebagai simbolisasi masih terbungkamnya suara perempuan,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa juga menyuguhkan teatrikal kisah Marsinah. Seorang pengunjuk rasa yang memerankan sebagai Marsinah, ditarik menggunakan tiga helai tali.

Menurut Kurniasari, tiga tali tersebut sebagai representasi kapitalisme, militerisme dan feodalisme. Para pengunjuk rasa mengenakan kostum dari bahan koran yang dimaksudkan sebagai kondisi perempuan Indonesia yang tidak bisa bebas bergerak.

kur

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…