Rabu, 25 November 2009 10:15 WIB News Share :

Pencopotan Susno tak kembalikan citra Polri

Jakarta--Dicopotnya Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji tak serta merta bisa mengembalikan citra Polri. Butuh pembuktian untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Sangat tergantung pada Polri sebab citra yang sudah rusak itu tidak mudah untuk dibersihkan. Saya kira harus ada pembuktian di lapangan,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Hal itu diungkapkan Din usai peringatan Milad ke-100 Muhammadiyah di kantor Muhammadiyah, Jl Menteng Raya 62, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/11) malam.

Menurut Din, reposisi jangan hanya bersifat simbolik. Perlu ada reformasi secara menyeluruh di bidang hukum menyangkut personalia, budaya dan perilaku para pejabat.

“Kalau itu hanya basa-basi bisa tambah buruk citra Polisi,” imbuhnya.

Namun, menurut Din langkah Kapolri Jenderal BHD dalam mencopot Susno sedikitnya bisa meredam ketegangan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.

“Boleh jadi. Apa yang sudah terjadi itu tidak begitu saja mudah dilupakan, itu tercatat dalam sejarah. Tapi paling tidak, faktor-faktor yang menimbulkan ketegangan sudah mulai diatasi,”tutur Din.

Din berpendapat, dengan adanya reposisi di Polri, Presiden SBY telah melaksanakan rekomendasi Tim 8. Meskipun dalam pidato kemarin, hal disampaikan kurang tegas.

Lebih lanjut Din menilai, kisruh antara KPK dan Polri menunjukkan kebobrokan penegak hukum. “Gonjang-ganjing kemarin itu merupakan gejala kebobrokan dunia penegak hukum di negara kita, adanya mafia kasus dan lain-lain,” tutupnya.

Seperti diketahui, Susno resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kabareskrim Mabes Polri. Dalam telegram rahasia bernopol 618/XI/2009 tanggal 24 November 2009, posisi Susno digantikan oleh Irjen Pol Ito Sumardi Junisanyoto. Susno kini menjadi perwira tinggi Polri non job.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja SALES SMARTFREN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Tokoh Zaman yang Langka

Gagasan ini dimuat Harian Solopos Kamis (8/6/2017), ditulis A. Windarto, peneliti di Lembaga Studi Realino Sanata Dharma Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Esai Albertus Rusputranto P.A. berjudul Bung Karno, Lenso, Cha-Cha (Solopos, 2/6/2017) memperlihatkan betapa legendarisnya Presiden pertama Republik Indonesia itu. Pasukan pengawal…