Rabu, 25 November 2009 20:21 WIB Sport Share :

Liverpool masuk kotak

Budapest–Musim menyedihkan Liverpool terus berlanjut. Noda terburuk dalam enam tahun terakhir ditorehkan The Reds setelah dipastikan gagal melangkah ke fase knockout Liga Champions.

Kali terakhir Liverpool tersingkir di fase grup terjadi pada musim 2002/2003. Pascakegagalan pahit itu, The Reds bahkan berhasil merengkuh gelar juara pada 2005 dan musim lalu langkah mereka terhenti di babak perempatfinal. Liverpool kini harus rela bersiang di kompetisi level dua Benua Biru, Liga Europa.

Kemenangan tipis 1-0 di Stadion Ferenc Puskas atas Debrecen di Grup E, Kamis (25/11) dini hari WIB, berujung sia-sia. Liverpool tetap masuk kotak karena Fiorentina lah yang berhak lolos menyusul Lyon setelah mengalahkan klub asal Prancis itu di Stadion Artemio Franchi. Ini adalah kali pertama dalam 10 tahun Fiorentinan lolos ke fase <I>knockout<I>. Fiorentina sementara memuncaki Grup E dengan nilai 12, sedangkan Lyon bercokol di urutan dua dengan defisit dua angka.   

David Ngog membawa Liverpool unggul cepat atas Debrecen, lewat penyelesaian dari jarak dekat. Namun performa tim Marseyside Merah menjadi tak berenergi setelah mendengar Fiorentina berhasil unggul kontra Lyon. 

“Hal paling mengecewakan adalah kami tergantung pada tim lain. Kami bermain apik malam ini, tetapi sekarang kami harus tetap berusaha dan melangkah ke depan. Dengan begitu banyak pemain yang pulih dari cedera, kami harus berusaha memenangi Liga Europa,” ungkap kapten Liverpool, Steven Gerrard, sebagaimana dikutip yahoosports.com.  

Kegagalan Liverpool lolos ke babak 16 Besar meningkatkan tekanan terhadap pelatih Rafael Benitez. Timnya hanya mampu memenangi dua dari 11 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi. Laju The Reds mengejar tiket Liga Champions musim depan mendapat tantangan serius dari Tottenham Hotspur, Aston Villa dan Manchester City. 
yms

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…