Rabu, 25 November 2009 14:08 WIB News Share :

Ito Sumardi diprediksi hanya sementara jabat Kabareskrim

Jakarta–Irjen Pol Ito Sumardi diprediksi tak bakal lama menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri. Ito dinilai kurang memiliki elektabilitas di mata publik dan kiprahnya belum menonjol.

“Menurut saya beliau hanya sementara, mungkin tidak dalam waktu lama. Karena jarang kita dengar track record-nya, investasinya di kepolisian apa, sosialnya seperti apa,” kata anggota Komisi III Nasir Jamil di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11).

Menurut politisi PKS ini, Kepolisian sudah cenderung kepada sipil. Pejabat-pejabat yang diletakkan di pos-pos strategis pun perlu mendapatkan legitimasi, tidak saja di Kepolisian tetapi juga di mata publik. Sedangkan Ito dinilai Nasir sebagai sosok yang kurang dikenal kiprahnya di mata publik.

Mengenai kabar kedekatan Ito dengan Komjen Susno Duadji dan sama-sama pernah bertemu Anggodo, Nasih memakluminya. Sebab sebagai makelar kasus, Anggodo pastilah mempunyai jaringan luas di kepolisian.

“Anggodo kan makelar kasus, memang pejabat kepolisian mungkin pernah jumpai dia. Relasinya begitu lama di situ,” ucapnya.

Mesi begitu, Nasir tetap menyarankan agar publik memberi waktu kepada Ito untuk membuktikan kinerjanya.

“Saya pikir karena Kapolri sudah memberikan kepercayaan pada Ito, kita beri ksempatan. Tapi feeling saya, kayaknya nggak lama, karena ini kan jabatan prestis di kepolisian. Orang-orang yang diletakkan memang orang yang punya elektabilitas bukan saja di kepolisian tapi juga di publik,” kata Nasir kembali menegaskan prediksinya.

Nasir menambahkan, ke depan Kabareskrim haruslah diisi orang-orang yang benar-benar kredibel. Sebab ibarat tubuh manusia, Bareskrim adalah jantungnya Polri.

“Reskrim kan jantungnya kepolisian. Kalau Reskrim bermasalah akan rusak kepolisian. Cari orang yang rekam jejaknya baik, tidak pernah bermain api atau hal-hal yang merugikan citra polisi,” saran Nasir.
dtc/tya

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…