Rabu, 25 November 2009 20:28 WIB Haji,Internasional Share :

Hujan lebat ganggu ibadah haji

Jakarta–Pergerakan jamaah menuju Arafah maupun Mina sempat terhambat, karena hujan yang begitu lebat dan sempat membuat genangan di mana-mana. Bahkan, pihak maktab-maktab sempat menghentikan pergerakan jamaah calon haji dari pemondokan menuju Arafah.

Dari pantauan, yang berada di kawasan Syisah, Mekah Al Mukarramah, Rabu (25/11), hujan mulai turun sejak pukul 08.30 waktu Arab Saudi hingga pukul 15.00 waktu setempat. Namun sebagian jamaah calon haji yang sudah bergerak dan sudah berada di Arafah.

Sejak hujan turun lebat, hingga kini udara di kota Makkah terasa dingin. Nampak sejumlah arus lalu lintas bertambah macet, karena sebagian jalanan di beberapa daerah tergenang air yang sangat tinggi. Seperti di kawasan Aziziah, tinggi air sampai betis orang dewasa.

Kondisi seperti ini membuat sibuk pihak kepolisian yang terus menerus melalui pengeras suara memperingatkan kendaraan maupun jamaah calon haji untuk berhenti memasuki kawasan Mina dan Arafah. Bahkan, pihak maktab pemondokan jamaah calon haji Indonesia yang rencananya akan diberangkatkan ba’da Salat Dzuhur pun diperintahkan ditunda sampai ba’da Salat Isya.

Tiupan angin kencang juga mengakibatkan sejumlah tenda pemondokan roboh. Menurut informasi yang dihimpun dari para petugas haji di Arafah dan Mina, banyak tenda-tenda milik jemaah calon haji, termasuk Indonesia yang roboh tertiup angin dan hujan yang lebat. Sehingga pergerakan jemaah calon haji terhambat.

Kondisi yang parah juga terjadi di Jeddah, di kawasan Sulaimaniayah, Jeddah menuju Mekah arus lalu lintas terputus akibat air yang menggenang setinggi dada orang dewasa. Akibatnya, banyak kendaraan calon jemaah yang akhirnya terpaksa berbalik arah, untuk menunggu sampai hujan reda.

Sampai berita ini diturunkan, hujan sudah mulai reda, khususnya di kawasan Arafah, Mina dan Mekah. Namun angin kencang masih terjadi dan udara pun semakin dingin.
dtc/tya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Paradoks Kesehatan Tenaga Medis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (1/7/2017). Esai ini karya Isna Rahmawati Retnaningsih, mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret yang berpengalaman praktik kebidanan. Elamat e-mail penulis adalah rahmawatiisna.ir@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dunia kesehatan Indonesia kembali berduka. Pada Senin…