Rabu, 25 November 2009 19:37 WIB Wonogiri Share :

Gagalkan perampokan, Satpam Dispertan diopname

Wonogiri (Espos)–Tekad dan etos kerja Satpam Dinas Pertanian (Dispertan) Wonogiri, Gunanto, patut diacungi jempol. Gara-gara berduel dengan perampok, dia terpaksa diopname di RSUD dr Soediran MS, Wonogiri.

Saat ditemui Espos di RSUD,  Gunanto, 23, menceritakan perampokan tersebut terjadi Rabu (25/11) pukul 02.30 WIB seusai dirinya Salat Tahajud di musala kantor.

“Dompet saya diambil, isinya KTP, SIM dan identitas lainnya. Waktu itu, pencuri juga meminta HP namun saya katakan tidak punya, ” ujar Gunanto menirukan permintaan perampok.

Warga Semin, Pokoh Kidul itu mengaku sudah lima tahun menjadi Satpam Dispertan. Di bangsal RSUD, dia terbaring dengan selang oksigen di hidungnya, serta kantong infus di atas tangan kiri. Saat bercerita dengan Espos, Gunanto mengaku sudah tidak sesak napas lagi.

“Waktu dipukul, saya lemas dan terduduk. Rasanya sesak napas, namun saya berusaha untuk melakukan perlawanan, walau bahu kiri dan kanan saya diinjak.”

Dirinya ditolong oleh satpam lainnya, Elly, yang menjaga Kantor Ketahanan Pangan Wonogiri. Menurut Gunanto, di Kantor Dispertan terdapat tiga orang yang berjaga yaitu dirinya, Warino, 50 dan Katimin, 60, keduanya warga Wonokarto, Wonogiri. Ketiganya berjaga di tempat terpisah karena kawasan itu luas.

“Saya biasa tidur di musala. Malam itu saya membenturkan daun pintu dengan maksud agar pencuri lari. Namun justru (perampok-red) menghampiri saya, akhirnya saya lawan. Saya dipukul di sini (tangannya menunjuk ulu hati-red) dan terjatuh.”

Kasatreskrim AKP Sugiyo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto menjenguk korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Ceceran darah tertinggal di lantai kantor tersebut. Kepada korban, Kasatreskrim menyampaikan terima kasihnya karena percobaan pencurian bisa digagalkan.
tus

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…