Rabu, 25 November 2009 20:04 WIB Sport Share :

Federer kokoh di peringkat satu dunia

London–Ada banyak spesial efek yang membuat O2 Arena tampak lebih spektakuler, namun semua itu tidak sebanding dengan keperkasaan Roger Federer yang memastikan tetap mempertahankan rangking satu dunia setelah menumbangkan Andy Murray, Rabu (25/11) dini hari WIB.

Federer yang mengawali pertandingan dengan start lambar di hadapan 17.500 penonton membukukan kemenangan 3-6, 6-3, 6-1 atas petenis favorit tuan rumah, Murray. Kemenangan kedua di Grup ini bisa diartikan menutup langkah petenis nomor dua dunia, Rafael Nadal, untuk memperpendek selisih poin dan menggusur posisinya di peringkat pertama dunia.

Kemenenangan ini memastikan Federer menutup tahun sebagai petenis nomor satu dunia untuk kali kelima dalam kariernya. Federer menyamai prestasi Jimmy Connors yang menutup tahun sebagai petenis rangking satu dunia sebanyak lima kali pada era 1970-an, yang diterimanya sejak sistem rangking diperkenalkan pada tahun 1973.

Namun torehan Federer masih kalah dari catatan Pete Sampras yang enam kali menutup tahun sebagai rangking nomor wahid dunia pada era 1990-an. “Setelah mengalami musim yang keras pada tahun 2008. saya kembali lagi tahun ini dan mendominasinya serta bermain di puncak, jadi ini moment yang luar biasa. Saya pikir ini sebuah penghargaan menyenangkan,” ujar Federer yang mengawali tahun ini dengan menelan kekalahan dari Nadal di Australian Open.

“Ini perasaaan yang sangat menyenangkan, saya pikir malam ini akan ada perayaan untuk merayakan posisi nomor satu (dunia) lalu merayakan kemenangan saya atas Andy,” imbuh petenis Swiss berusia 28 tahun ini.
anh/Rtr

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…