Rabu, 25 November 2009 20:43 WIB Hukum Share :

Akun FB dibobol, guru lapor polisi

Solo (Espos)–Hati-hati jika Anda memiliki akun di jejaraing sosial di Internet. Mungkin nasib yang dialami seorang guru ini bisa saja menimpa Anda.  Aster Oktori Teviani, 24, melapor ke Poltabes Solo, Selasa (24/11) malam setelah akun jejaring sosial facebook(FB) miliknya dibobol hacker.

Warga Banyuanyar, Banjarsari, Solo ini merasa dirugikan karena setelah FB miliknya dibobol, pelaku memasang profil yang tidak sesuai dengan dirinya serta membuat update status yang isinya cenderung berkata-kata jorok.Bahkan,update status terakhir pelaku membuat status yang melecehkan presiden.

Informasi yang dihimpun Espos di Mapoltabes Solo, Rabu (25/11), menyebutkan, pembobolan akun FB tersebut terjadi sekitar akhir bukan Oktober lalu. Setelah membobol FB milik korban, pelaku juga mengganti pasword akun tersebut.

“Pasword-nya diganti sehingga ketika saya memasukkan pasword milik saya, tetap tidak bisa masuk. Itu terjadi sejak akhir Oktober lalu,” kata Aster saat dihubungi Espos.

Dia mengaku, pembobolan akun di situs jejaring sosial itu telah merugikan dirinya. Sebab, kata dia, pelaku sering melakukan <I>update<I> status yang isinya tidak sopan. Bahkan, pelaku telah mengganti profil korban.

Dia berharap, akun miliknya dapat pulih lagi karena dengan dibobolnya akun itu dirinya merasa dirugikan. Pelaku yang diduga melakukan pembobolan akun FB tersebut dapat dikenai UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektoronik (ITE).

Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus itu. “Kami melakukan penyelidikan dulu,” papar Susilo.
dni

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…