Rabu, 25 November 2009 16:33 WIB News,Pendidikan Share :

10 Pemuda berprestasi terima penghargaan dari Kemenegpora


Jakarta–
Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) memberikan penghargaan kepada 10 pemuda berprestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tahun 2009.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenegpora, Sudradjat Rasyid ketika memberikan penghargaan, di Kantor Kemenegpora, di Jakarta, Rabu (25/11), mengatakan, prestasi yang diukir para pemuda tersebut patut diteladani dan menjadi motivasi bagi pemuda lainnya untuk berprestasi serupa.

“Saya berharap kepada 10 pemuda yang saat ini mendapat penghargaan untuk tidak cepat merasa puas dan terus meningkatkan prestasinya lebih baik lagi,” kata Sudradjat Rasyid.

Sudradjat juga meminta kepada para pemuda di seluruh Indonesia untuk bisa berkreasi dan berprestasi sesuai bidangnya masing-masing guna meningkatkan aktualisasi diri sehingga menjadi pemuda yang memiliki daya saing tinggi.

Menghadapi perkembangan zaman yang berkembang pesat, kata dia, pemuda Indonesia dituntut memiliki kualitas yang baik agar bisa bersaing dengan para pemuda dari berbagai negara di dunia.

Para pemuda berprestasi tersebut lima di antaranya dari Universitas Brawijaya Malang yakni, Slamet Budi Cahyono (24) yang meneliti mie kaya kandungan serat dan iodium dan Zulfikar Syam Bani Ulhaq (21) yang meneliti alat deteksi dini penyakit autoimun rematoid artritis.

Tiga mahasiswa dan alumni Universitas Brawijaya Malang lainnya yakni Elsa Rosidah STP (24), Agung Purnomo (28), dan A Rizal Jamhari (20) yang meneliti alat pembentuk buah melon kotak, Syamsul Anam (23) yang meneliti alat cetak rengginang, serta Hadi Apriliawan (20) yang meneliti alat pasteurisasi susu kejut listrik tegangan tinggi.

Tiga pemuda lainnya yakni alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Ahmad Sofyan SPt yang meneliti pakan ternak dari peuyeum jerami, alumni Universitas Nagoya Jepang Agung Sri Hendarsa (31) yang meneliti daur ulang minyak goreng limbah menjadi biodiesel, dan MZ Fanani (21) yang meneliti pemanfaatan lumpur Porong sebagai adsorben.

Kemudian dua kelompok pemuda lainnya adalah Darsono Adhisuryo ST (24), Bayu Danar Widodo (24), dan Sigit Pramono Kurniawan (23) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang meneliti pengaruh “water injection” pada penampilan sepeda motor empat langkah, serta Ersania Aulyani (16), Khairunnisa (16), dan Zulfa Syahidah Arrumaisha (16) dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta yang meneliti pemanfaatan buah kluwek (Pangium edule reinw) sebagai pengawet pengganti formalin.

Ketua Panitia Pemuda Berprestasi 2009 Dr Muhammad Hikam mengatakan, para pemuda berprestasi diseleksi dari puluhan pemuda yang mengirimkan karya ilmiahnya dalam bentuk rekaman DVD atau prototipe ke panitia.

Setelah diseleksi dengan penilaian, inovatif, kreativitas, teknis penulisan, dan aspek sosial ekonomi, katanya, dipilih sebanyak 20 finalis. Para finalis tersebut, katanya, diundang ke Jakarta dan dilakukan pengujian secara langsung, wawancara, dan presentasi, sebelum dipilih menjadi 10 pemuda berprestasi yang mendapat penghargaan.

ant/isw

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…