Selasa, 24 November 2009 18:31 WIB Sukoharjo Share :

Tolak Pamsimas, warga Cemani gruduk lokasi pembangunan sumur

Sukoharjo (Espos)–Belasan warga Desa Cemani, Kecamatan Grogol menggeruduk lokasi pembangunan sumur dalam di wilayah RT 07/RW XIII atau tepatnya di lingkungan SDN 05 Cemani, Selasa (24/11).

Kedatangan mereka untuk menolak pembangunan sumur bantuan program pengadaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) yang sedianya mulai dikerjakan hari itu. Beberapa orang, bahkan terlihat memasang poster penolakan pembangunan sumur di lokasi itu.

Sehari sebelumnya, mereka telah mengadukan persoalan itu kepada Komisi IV DPRD Sukoharjo. Salah seorang perwakilan warga yang juga tokoh masyarakat setempat, Aris Suwardi menyatakan pihaknya menolak pembangunan sumur dalam lantaran tidak sesuai dengan mekanisme.

Selain itu, menurutnya warga Cemani saat ini tidak pernah mengalami krisis air bersih, sehingga bantuan itu dinilai tidak tepat sasaran.

“Proyek pembangunan sumur dalam juga menyalahi atauran sebab lokasinya ada di dalam SD. Tapi yang jelas desa kami tidak memerlukan sumur dalam, tidak seperti daerah Weru dan Bulu yang jauh lebih membutuhkan,” katanya.

Dia melanjutkan, dengan dibangunannya sumur dalam di lokasi itu dirinya mengkhawatirkan debit air sumur milik warga justru menjadi terganggu. Sehingga dia berharap, pembangunan sumur tersebut dibatalkan.

Sementara itu, di saat yang bersamaan sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat Cemani pendukung transparasi (Macapat) juga mendatangi lokasi pembangunan sumur. Atas dasar adanya keresahan warga dan penolakan pembangunan sumur, serta dialog bersama sejumlah anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cemani yang mengaku tidak tahu menahu tentang pembangunan sumur tersebut, maka dalam kesempatan itu, Ketua Macapat, Mulyono mendesak Kades segera menyelesaikan masalah tersebut dengan menghentikan pembangunan sumur artetis di wilayahnya.

ufi

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…