Selasa, 24 November 2009 23:51 WIB Sragen Share :

Proyek pembangunan SBBS Gemolong tak profesional

Sragen (Espos)--Perencanaan pelaksanaan kegiatan fisik dan nonfisik di SBBS Gemolong dinilai tidak profesional. Hal itu berdasarkan temuan inspeksi mendadak (Sidak) yang dilaksanakan Komisi IV DPRD Sragen, Selasa (24/11). Komisi IV menemukan dugaan penyimpangan dalam kegiatan Dinas Pendidikan (Disdik) Sragen.

Pelaksanaan kegiatan yang mestinya menunggu APBD-Perubahan digedok, justru sebagian besar proyek fisik dan pengadaan mebeler sudah terealisasi. Sidak yang dilakukan sedikitnya delapan orang anggota Komisi IV itu juga diikuti perwakilan dari Dinas Pendidikan sekitar dua orang. Kegiatan Sidak itu bertujuan untuk mengecek kebenaran bahwa proyek pengadaan mebeler senilai Rp 429,89 juta sudah terealisasi atau belum dan proyek fisik di SBBS Gemolong.

Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Suparno, seusai Sidak, mengungkapkan, Sidak dilaksanakan setelah adanya pemaparan tentang APBD-Perubahan dan audiensi dengan Disdik Sragen Senin (23/11) lalu. Selain untuk mengetahui pelaksanaan pengadaan mebeler, sambung dia, Komisi IV juga ingin mengkroscek adanya pengajuan anggaran untuk kegiatan fisik senilai Rp 328 juta di APBD-Perubahan.

Suparno mengaku tidak mengetahui bahwa proyek itu mendahului anggaran atau tidak, karena selama ini tidak ada surat pemberitahuan bahwa kegiatan tersebut mendahului anggaran. Kegiatan yang diperbolehkan mendahului anggaran, imbuhnya, hanya kegiatan yang sifatnya darurat, seperti bencana alam dan sejenisnya.

Dari hasil Sidak itu, Suparno menyimpulkan, adanya ketidakprofesionalan dalam perencanaan kegiatan di SBBS Gemolong, sehingga pengguna anggaran harus melakukan peningkatan profesionalitas. Menurut dia, dari hasil pengamatan Komisi IV, ada kesan bahwa kegiatan itu disengaja utang dengan pihak rekanan.

“Seperti mebeler itu sudah ada dan tinggal membayar kepada rekanan pemenang setelah anggaran disetujui. Bahkan sudah ada klausul bahwa jika anggaran tidak disetujui kegiatan itu batal demi hukum. Demikian halnya dengan kegiatan fisik, sebagian besar sudah selesai dan tinggal finishing. Tapi jika melihat kebutuhan sekolah, memang kegiatan tersebut sangat dibutuhkan siswa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sragen Gatot Supadi belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. Di samping tidak mengikuti Sidak, Gatot juga tidak mengangkat telepon genggamnya saat dihubungi Espos beberapa kali. Beberapa anggota Dewan juga akan membuka persoalan itu dalam Sidang Paripurna Rabu (25/11) ini.

trh

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…