Selasa, 24 November 2009 21:06 WIB Karanganyar Share :

Pengerjaan proyek amburadul, dua kontraktor terancam di black list


Karanganyar (Espos)-
-Inspektorat Daerah Kabupaten Karanganyar akan memanggil dua kontraktor pelaksana proyek di Karangayar, yakni CV Papan Sejahtera dan CV Fisanda, menyusul buruknya pengerjaan proyek yang mereka tangani selama ini.

Selain memanggil kontraktor, Inspektorat juga meminta agar proyek yang dimaksud disempurnakan lebih dulu sebelum diserahkan ke Pemkab. Bila tidak, berita acara penyerahan proyek tidak bakal ditandatangani oleh Bupati.

Penegasan itu disampaikan Inspektur Daerah Karanganyar, Samsi, saat ditemui wartawan di sela-sela mendampingi Bupati Rina Iriani yang melakukan tinjauan ke sejumlah proyek di wilayah Matesih, Ngargoyoso, Karangpandan dan Karanganyar kota, Selasa (25/11).

“Saat diperiksa di lapangan seperti hari ini, ternyata hasilnya masih amburadul. Ada beberapa catatan yang harus diperbaiki oleh kontraktor. Mereka harus menyempurnakan pengerjaan proyek ini. Bila tidak, jangan harap berita acara penyerahan proyek bakal ditandatangani Bupati,” kata dia.

Disebutkan Samsi, CV Papan Sejahtera sejauh ini diketahui sudah mengerjakan tiga proyek di sejumlah lokasi dan ternyata hasil pengerjaannya tidak ada yang memuaskan. Contoh, proyek jalan sepanjang empat kilometer di Lemahbang, Kecamatan Jumantono. Kemudian proyek jalan di Jatiyoso dan talut di Ngargoyoso.

“Kontraktor sudah diperingatkan hingag dua kali soal pengerjaan proyek jalan di Lemahbang. Peringatan serupa juga disampaikan untuk proyek yang di Jatiyoso. Pada proyek ketiga yaitu pembuatan talut di Sudimoro, Ngargoyoso, ternyata hasilnya juga sangat buruk,” terangnya.

Talut sepanjang sekitar 75 meter itu sudah dikerjakan, namun bekas jalan yang ambrol diketahui tidak diaspal ulang dan hanya dipoles dengan plesteran semen. Akibatnya jalan menjadi ambles dan plesteran semen saat ini sudah pecah-pecah di beberapa bagian. “Ini harusnya disempurnakan lagi. Untuk kali ketiga, garapan kontraktor ini sangat jelek. Kami akan memanggil yang bersangkutan,” kata dia.

Sementara, proyek jembatan garapan CV Fisanda di atas aliran Sungai Gajah di Popongan, Karanganyar, juga disorot. Finishing pada jembatan itu dinilai kurang sempurna.

Bupati Rina Iriani sendiri saat membuka Muscab VII/2009 BPC Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Karanganyar di Gedung DPRD Karanganyar, meminta pengusaha realistis, profesional dan proporsional, terutama dalam mengerjakan proyek-proyek di Kabupaten Karanganyar.

dsp

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…