Selasa, 24 November 2009 11:25 WIB News Share :

Pengamat politik pertanyakan sikap SBY serahkan kasus Bank Century ke Polri dan Kejaksaan

Jakarta–Selain soal Bibit dan Chandra, Presiden SBY juga bersuara tentang kasus Bank Century. SBY meminta agar Polri dan Kejaksaan Agung mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

Sikap SBY yang menyerahkan kasus Century (kini Bank Mutiara) ke dua lembaga penegak hukum tersebut disayangkan. Pasalnya saat ini Polri dan Kejagung sedang habis-habisan dikritik oleh publik.

“Ada ketakutan melibatkan KPK, padahal citra Polri dan Kejagung sudah buruk,” kata pengamat politik UI, Bony Hargens saat dihubungi, Selasa (24/11).

Menurut Bony, dua institusi tersebut seharusnya jangan lagi diserahkan kasus kakap seperti Bank Century. Terlebih, Jampidsus Marwan Effendy pernah menyebut Century tidak ada masalah pidana. Padahal BPK saat itu belum selesai merampungkan auditnya.

“Apakah SBY takut jika KPK ikut bisa terbongkar semua?” tanya Bony.

Ada 4 pertanyaan yang SBY rangkum terkait kasus Bank Century. Salah satunya adalah apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang ‘bocor’ atau tidak sesuai dengan peruntukannya?

SBY juga meminta agar proses hukum bagi pengelola Bank Century dapat dipercepat. Selain itu, uang Rp 6,7 triliun juga dapat dikembalikan ke negara.

“Saya telah menginstruksikan Jaksa Agung dan Kapolri untuk melaksanakan tugas penting ini,” tegas SBY saat membacakan pidatonya di Istana Negara.
dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja PT Astra International tbk Daihatsu Solobaru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…