Selasa, 24 November 2009 22:32 WIB Solo Share :

Pembangunan Museum Radya Pustaka terhambat

Solo (Espos)–Pembangunan fisik Museum Radya Pustaka dipastikan tidak terlaksana jika sengketa Sriwedari belum selesai. Usulan dana dalam tahun anggaran 2010 pun tidak dapat diharapkan karena kondisi tersebut.

Walikota Solo, Joko Widodo (Joko Widodo), ditemui di Balaikota, Selasa (24/11), mengatakan Pemkot tidak mungkin mengalokasikan anggaran untuk Radyapustaka sebelum persoalan sengketa itu rampung. Untuk itu, jelang satu tahun terbentuknya Komite Radya Pustaka, Sabtu (28/11) mendatang, Jokowi meminta komite lebih fokus pada peningkatan manajemen dan pengelolaan internal museum. Persoalan pembangunan fisik, sebut dia, sebenarnya sangat dibutuhkan. Namun untuk saat ini hal tersebut sulit direalisasikan.

“Soal fisik itu langsung dianggarkan kalau sengketa Sriwedari sudah beres. Kalau belum, sengketa Sriwedari itu tetap jadi kendala. Penataan musem akan lebih cantik jika dibesarkan, direncanakan dan ditata secara total, saya tidak bisa bekerja setengah-setengah,” tutur Jokowi.

Kendati demikian, dia menyebut, Pemkot tetap menganggarkan dana untuk menyokong operasional Museum Radya Pustaka, senilai ratusan juta. Jokowi menambahkan, melihat sepak terjang komite sepanjang setahun ini, kondisi museum membaik. Dari segi manajemen dan pengelolaan, dia menilai komite telah menjalankan fungsinya dengan baik.
“Akan lebih bagus, lebih baik, kalau fisiknya juga digarap. Museum akan lebih representatif,” tandasnya.

Ditanya mengenai langkah stategis untuk segera menyelesaikan persoalan Sriwedari, Jokowi mengaku belum ada langkah apapun. Pihaknya saat ini hanya menunggu sikap dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dia juga mengaku belum bertemu dengan kuasa ahli waris untuk membahas lebih dalam nasib Sriwedari.

Sementara itu, Ketua Komite Radya Pustaka, Winarso Kalinggo mengakui pihaknya membutuhkan kucuran dana untuk pengembangan lanjut museum. Selama ini, dia mengakui, komite terbatas pada pengembangan manajemen, pengelolaan, penataan dan perbaikan internal. Namun, untuk masalah fisik, belum ada pengembangan yang cukup terlihat.

tsa

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran dan Wartawan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (23/6/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Lebaran tinggal menghitung jam. Semua sibuk menyambut. Tak terkecuali barisan juru…