Selasa, 24 November 2009 17:05 WIB Ekonomi,Solo Share :

Nasabah Bank Century Solo ajukan class action

Solo (Espos)–Nasabah Bank Mutiara (dulu Bank Century-red), secara resmi mengajukan gugatan class action ke Pengadilan Negeri (PN) atas kasus penipuan terhadap nasabah reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesi Solo, Selasa (24/11).

Bersama pengacara yang sudah ditunjuk sebelumnya, yakni Prof Dr Teguh Samodra, KRT Setyohardjo SH dan R Herkus Wijayadi SH, mereka mendatangi Kantor PN Solo dengan membawa spanduk berisi tuntutan kepada Bank Mutiara. Tertulis dalam spanduk tersebut, “Kembalikan uang simpanan kami atau tutup MutiaraBank”.

Salah satu koordinator nasabah Bank Mutiara Cabang Solo, Azam Hisyam, menyampaikan Bank Mutiara tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab terhadap dana simpanan nasabah-nasabahnya.

“Selama satu tahun, kami hanya diberi janji-janji kosong tanpa ada kepastian perihal dana simpanan kami,” tutur Azam saat ditemui wartawan di PN Solo.

Nasabah menilai, lanjut Azam, Bank Mutiara malu karena telah menipu dan tidak mau mengembalikan dana nasabah. Padahal, masalah ini sudah jelas, di mana Bank Mutiara harus bertanggung jawab dengan cara mengembalikan. “Bank Century, dulu telah merampok uang nasabahnya sendiri. Jalur hukum, sebetulnya tidak begitu diperlukan, karena sebelumnya kami berupaya mencari jalan keluar secara kekeluargaan. Tetapi, berhubung yang kami hadapi adalah ‘rampok’, maka terpaksa kami tempuh jalur ini.”

Ditambahkan nasabah lain, Sutrisno, kasus ini merupakan penipuan yang dilakukan Bank Century dulu terhadap nasabah. Karena, lanjutnya, sudah jelas-jelas produk yang dijual adalah produk bodhong dan diperjualbelikan secara illegal.  “Langkah ini, rencananya juga akan diikuti rekan-rekan nasabah Bank Mutiara di kota lain, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Jambi dan Palembang. Secara nasional, total kerugian nasabah mencapai Rp 1,4 triliun. Untuk Solo sekitar Rp 40 miliar.”

haw

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…