Selasa, 24 November 2009 17:30 WIB Solo Share :

Musrenbang masih identik dengan infrastruktur


Solo (Espos)–
Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) yang biasa menjadi ajang penjaringan usulan warga selama ini masih identik dengan pembangunan infrastruktur.

Hal itu sangat masuk akal lantaran utusan yang mewakili Musrenbang selama ini masih didominasi kaum adam. “Sedang pasrtisipasi perempuan diakui masih sangat minim. Hal itulah yang membuat wajah Musrenbang selama ini selalu identik dengan pembangunan fisik,” ujar Manager Program Partisipasi Perempuan Spekham, Indriyati Suparno saat dihubungi Espos, Selasa (24/11).

Indri menjelaskan, selama ini Musrenbang di tingkat kelurahan masih menggunakan delegasi pengurus RT/ RW yang rata-rata dipegang oleh laki-laki. Minimnya keterwakilan perempuan inilah yang membikin pembahasan yang terjadi di Musrenbang berwajah infrastruktur.

Terkait itulah, Spekham telah melakukan pendampingan terhadap perempuan-perempuan di empat kelurahan. Pendampingan tersebut bertujuan untuk mencetak kader-kader perempuan yang kritis demi penguatan masyarakat di lingkungannya.

Dia menyebutkan, saat ini sudah terdapat celah untuk memaksimalkan peran perempuan dalam mempengaruhi kebijakan melalui mekanisme Musrenbang. Selain adanya aturan dalam Musrenbang sendiri, peraturan walikota (Perwali) tentang partisipasi perempuan juga telah mengaturnya.

asa

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…