Selasa, 24 November 2009 11:15 WIB News Share :

Kisah pilu KM Dumai Expres 10, Nyawa melayang setelah berhasil selamatkan istri dan dua anak

Pekanbaru–Ada banyak cerita yang mengharukan di balik tenggelamnya KM Dumai Express 10 rute Batam-Dumai di Kepulauan Riau (Kepri). Seorang suami akhirnya meninggal dunia bersama bayinya setelah menyelamatkan istri dan dua anak lainnya.

Suasana haru terlihat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Menjelang azan magrib kemarin, sejumlah keluarga tampak berlinang air mata menantikan kedatangan jenazah Bram Jatmiko (35) yang diangkut dengan pesawat Mandala. Bram adalah seorang pejabat di jajaran Pemkot Batam.

Saat peti jenazah Bram diturunkan, sanak keluarga yang telah menunggu terlihat histeris. Mereka terlihat memeluk pilu istri Bram dan dua anaknya yang selamat dalam musibah tersebut. Tak lama setelah itu, peti jenazah Bram ini langsung dibawa ke rumah duka.

Kerabat Bram, Chairul Riski kepada detikcom, Selasa (24/11) menyebut, saat hari naas itu, Bram bersama istri dan tiga anaknya ingin mengunjungi sanak keluarganya yang ada di Karimun. Bram sendiri selama ini bertugas di Batam.

Rupanya kapal yang ia tumpangi naas dihantam gelombang tinggi. Sesaat sebelum kapal tenggelam, kata Riski, Bram masih memeluk si bungsu berusia 2 tahun. Sedangkan dua anaknya lainnya terlihat memeluk ibunya.

Berdasarkan keterangan istrinya, saat itu Bram mendorong istrinya untuk segera keluar dari kapal. Waktu itu posisi kapal telah miring dan terlihat mulai terbakar. Bram yang posisinya di bawah, berusaha mendorong istri dan dua anaknya agar segera mencari pelampung dan segera terjun ke laut

“Istri dua anaknya lantas terjung ke laut, dua anak itu memeluk erat ibunya. Lebih satu jam merekap terapung di laut dengan ombak yang cukup besar. Akhirnya dua anak dan ibunya itu berhasil diselamat tim SAR,” kata Riski.

Namun malang bagi sang suaminya. Bram sebelum berpisah dengan istri dan dua anaknya itu, sempat terlihat memeluk sang bungsu. Sang istri tidak mengetahui lagi bagaimana kondisi suaminya. Saat itu memang semua dalam keadaan panik.

Setelah istri dan dua anaknya selamat, sore harinya, baru diketahui jika Bram ditemukan tim SAR dalam keadaan tak bernyawa. Sang istri yang masih trauma dalam musibah itu menangis pilu. Ternyata sang suami yang berusaha menyelamatkannya jiwa dan dua anaknya malah tak selamat dalam musibah ini. Duka pun bertambah, ternyata jasad sang bayi berusia dua tahun terlepas dari genggaman sang ayah. Anak paling bungsu itu, sampai jasad ayahnya di kembalikan ke Pekanbaru belum juga diketemukan.

“Anaknya paling bungsu juga meninggal dunia. Jasadnya belum diketemukan,” kata Riski Humas Pemprov Riau itu.
dtc/isw

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…