Selasa, 24 November 2009 16:15 WIB News Share :

Gus Dur
Polri dan Kejagung membangkang perintah SBY

Jakarta–Kepolisian menyerahkan berkas kasus Bibit Samad Rianto ke Kejaksaan Agung meskipun Presiden SBY meminta agar kasus itu tidak dilanjutkan ke pengadilan. Gus Dur menilai, hal itu sebagai bentuk pembangkangan terhadap perintah SBY.

“Ya betul (pembangkangan). Orang bicara apa saja. Tapi satu polisi kotor, jaksa kotor,” ujar Gus Dur saat ditanya apakah sikap Kepolisian dan Kejaksaan itu sebagai bentuk pembangkangan terhadap SBY.

Gus Dur menyampaikan hal itu di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/11).

Gus Dur juga menilai, sikap Kepolisian yang kembali menyerahkan berkas Bibit ke Kejagung menambah kekecewaan masyarakat. “Ya itu menambah kekecewaan kita,” imbuh dia.

Sementara itu rohaniawan Frans Magnis Suseno meminta KPK agar tetap memproses kasus korupsi meski ada kasus Bibit-Chandra. Frans juga berharap kasus dua pimpinan KPK nonaktif itu bisa segera selesai. “KPK harus tetap punya gigi untuk memberantas korupsi,” tegas Frans.

Kejagung mempertimbangkan mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) atas kasus Chandra-Bibit. Namun SKPP ternyata baru bisa dikeluarkan untuk berkas Chandra M Hamzah, sedangkan nasib Bibit masih ada di tangan Polri.

Kejagung juga menyatakan membutuhkan waktu 2 minggu untuk membuat keputusan atas nasib kasus Chandra.

dtc/isw

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…