Selasa, 24 November 2009 18:50 WIB Wonogiri Share :

Diduga depresi mental, warga Joho gantung diri


Wonogiri (Espos)–
Minto alias Kadiyo, 80, ditemukan tewas gantung diri di pekarangan rumah milik warga Dusun Semen RT 02/RW XIV Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Senin (23/11) dini hari.

Korban diduga mengalami depresi mental dan mengidap penyakit gangguan pernapasan yang sudah menahun. Camat Pracimantoro, Kuswandi, melalui Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Parmin, dalam laporannya yang diterima Pemkab Wonogiri, Selasa (24/11) mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 24.30 WIB.

“Begitu mengetahui adanya kejadian tersebut, pemerintah kecamatan, Polri, dan dokter Puskesmas segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung mengadakan pemeriksaan secukupnya,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, disimpulkan korban yang dari identitasnya diketahui beralamat Dusun Bak Agung, Desa Teleng, Girisubo, Gunung Kidul itu tewas dengan cara menggantung diri karena kehendak sendiri. Alat yang digunakan adalah tambang dari bambu dengan ketinggian menggantung 185 cm.

Sementara itu, Kepala Dusun Tambakrejo, Desa Trukan, Kecamatan Pracimantoro, Suyatno, 38, juga dilaporkan tewas. Penyebab kematian adalah kecelakaan lalu lintas di Wuryantoro pada Senin (23/11) pukul 16.45 WIB. Kendaraan korban bertabrakan dengan truk sehingga mengakibatkan kematiannya.

shs

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…