Selasa, 24 November 2009 14:59 WIB Ah Tenane Share :

Buta huruf

24ahtenane4Baru sekarang Jon Koplo menyesal kenapa dulu tidak doyan sekolahan. Bayangkan, masuk SD baru mintip-mintip saja sudah keluar karena nggak niat sekolah. Sementara Lady Cempluk, simboknya yang janda itu, sibuk membanting tulang mencari sesuap nasi hingga tak sempat ngurusi anaknya.
Alhasil, pemuda yang tinggal di pelosok Sukoharjo ini pun akhirnya jadi panji klanthung. Tiap hari cuma keluyuran nggak karuan.
Suatu hari, Jon Koplo dolan ke rumah Tom Gembus yang saat itu tengah asyik bermain HP sambil senyam-senyum sendiri.
”Mbus, apa kamu itu sudah gila, kok ngguya-ngguyu dhewe?” tanya Koplo tidak mudheng dengan ulah temannya.
Gembus menjawab sambil menyodorkan HP-nya yang ada tulisan berderet di layarnya, ”Ini lho, SMS dari cewekku. Baca! Lucu ya?”
Sebenarnya Jon Koplo ingin tahu tapi nggak bisa baca, sehingga ia cuma plonga-plongo sambil mesem kecut. Dalam hatinya menyesal kenapa ia buta huruf. Karena malu sekaligus minder, lalu timbul gagasan, ”Oh iya! Pakdhe dulu pernah membeli kacamata di Gladak yang bisa digunakan untuk membaca.”
Esoknya, Koplo pergi ke Gladak, mencari kacamata yang bisa digunakan untuk membaca. Namun sayang, meski kaca mata sak dhasaran telah dicoba, ternyata Koplo tetap nggak bisa mbaca juga.
”Yang dicari itu yang bagaimana ta Mas?” tanya sang penjual mulai anyel.
”Kaca mata yang bisa untuk baca Pak. Dulu pakde saya juga beli di sini, lalu bisa dipakai untuk baca koran…”
Si penjual mulai curiga. ”Nuwun sewu, Mas. Napa sampeyan pun ngertos sing namine aksara?” tanya si penjual.
”Aksara niku sinten? Tiyang pundi?” jawab Koplo polos.
Sampai di sini, si penjual kacamata baru mudheng kalau Jon Koplo memang buta huruf sekaligus koplo tenan.
Akhirnya, ketika di desanya kampungnya ada Kejar Paket A, Koplo ndaftar nomor satu. Baginya tak ada istilah terlambat untuk belajar. Selamat, Plo…! Kiriman Soewarno, Jl Veteran No 89 RT 02/RW IV Sukoharjo

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…