Selasa, 24 November 2009 16:28 WIB Ekonomi,Solo Share :

Angka pengangguran Jateng capai 1,23 juta orang

Solo (Espos)–Angka pengangguran di Jawa Tengah tahun 2009 mencapai 1,23 juta orang dari total jumlah angkatan kerja 16,69 juta orang.

Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) menargetkan bisa mengurangi 160.000 angka pengangguran. Di mana, hingga Oktober lalu terealisasi 142.000 pengangguran sudah tertampung pada lapangan kerja.
Demikian disampaikan Kepala Disnakertransduk Provinsi Jateng, Siswo Laksono, saat ditemui wartawan di sela-sela Job Market Fair (JMF) di Graha Wisata Niaga Solo, Selasa (24/11).

Menurut Siswo, Pemprov Jateng terus menekan angka pengangguran tersebut dengan membuka kerja sama dengan perusahaan lokal, antardaerah, luar negeri atau membuka bursa kerja online (BKO). Karena, lanjutnya, seiring dengan upaya mengurangi angka pengangguran, jumlah angkatan kerja yang menganggur pun juga bertambah.

Siswo menambahkan, banyak terjadi kesenjangan antara upaya penyaluran tenaga kerja di Jateng dengan banyaknya peluang pekerjaan yang ada. Di mana, banyak kompetensi yang dimiliki sumber daya manusia yang tidak sesuai dengan kebutuhan user. “Sebagai contoh. Di Jateng ada salah satu perusahaan garmen yang memerlukan tenaga kerja sekitar 3.000 orang. Saat ini baru terpenuhi 850 orang.”

haw

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…