Selasa, 24 November 2009 20:32 WIB News Share :

Anas tak mau ramal nasib Boediono dan Sri Mulyani

Jakarta–Wacana agar Boediono dan Sri Mulyani nonaktif dari jabatan sebagai Wapres RI dan Menkeu RI mengemuka di sela hiruk pikuk kasus Bank Century. Apakah proses angket DPR kelak mengharuskan dua petinggi negara ini mundur?

“Saya tidak mau jadi juru ramal. Kita serahkan semua prosesnya di pantia angket,” jawab Ketua FDP Anas Urbaningrum di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).

Boediono dan Sri Mulyani diduga merupakan tokoh kunci dalam bailout Bank Century semasa keduanya menjabat sebagai Gubernur BI dan Plt Menko Perekonomian. Terlebih hasil audit investigasi BPK menemukan indikasi adanya pelanggaran prosedur pengambilan kebijakan menyuntikan dana Rp 6,7 triliun itu.

Menyusul pemaparan BPK tersebut, FPD akhirnya menyatakan dukungan terhadap usul pengajuan hak angket Century. Hingga kini sudah 95 persen dari 144 anggota FPD sudah menandatangani usul pengajuan hak angket yang digagas oleh FPDIP.

Anas menegaskan, perubahan sikap FPD didorong semangat membuat kasus tersebut menjadi terbuka. Jangan sampai proses politik di dalam parlemen malah menjadikan kasus yang menyedot perhatian masyarakat tersebut malah berakhir tidak jelas.

“Agar jelas bagi kami dan juga bagi publik, terang benderang dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…