Senin, 23 November 2009 18:34 WIB Sukoharjo Share :

Tolak Pamsinmas, warga Cemani mengadu ke Dewan

Sukoharjo (Espos)–Perwakilan warga Cemani, Grogol mengadu ke Dewan lantaran mereka menolak program pengadaan air minum dan dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsinmas).

Berdasar informasi yang dihimpun, program Pamsinmas adalah program pemerintah pusat yang diperuntukkan kepada daerah. Tujuan dari program tersebut adalah membantu masyarakat yang tinggal di daerah yang kerapkali mengalami krisis air bersih. Menilik tujuan itu, warga Cemani merasa bantuan dari pemerintah salah sasaran.

Hal itu disebabkan, selama ini warga Cemani tidak pernah mengalami krisis air bersih seperti halnya masyarakat di Bulu dan sekitarnya. Perwakilan warga, Tirto Hadinagoro menjelaskan, selama ini pemerintah tidak pernah memberikan sosialisasi mengenai rencana Pamsinmas kepada masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk pembangunan sumur dalam. Sehingga, masyarakat tidak pernah tahu bahwa mereka mendapat bantuan tersebut.

Namun demikian, Tirto menambahkan, yang menjadi persoalan utama bukan pada tidak adanya sosialisasi. Melainkan, pembangunan sumur dalam sebagai bagian dari Pamsinmas tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan warga.

“Tujuan Pamsinmas itu kan untuk memberikan air bersih kepada masyarakat. Fakta yang ada sekarang ini, kami tidak pernah kekurangan air sebab sumur warga normal. Tak hanya mengandalkan sumur untuk pengadaan air bersih, banyak warga yang sudah berlangganan PDAM,” tandasnya.

Perwakilan warga lain, Heri menjelaskan, meski rencana Pamsinmas adalah rencana lama namun warga baru saja tahu. “Begitu tahu ada rencana pembangunan sumur dalam, kami sebagai warga keberatan. Oleh sebab itu pada Senin pagi tadi kami menghadap lurah untuk menyampaikan keberatan kami itu,” jelasnya.

Menanggapi keluhan warga, Ketua komisi IV, Wardoyo Wijaya langsung menelepon Lurah Cemani, Slamet untuk meminta kegiatan pembangunan Pamsinmas dihentikan.

aps

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…