Senin, 23 November 2009 10:05 WIB News Share :

SBY bantah aliran dana Bank Century untuk Pilpres 2009

Jakarta–Presiden SBY meminta agar kasus Bank Century dibedah, termasuk aliran dananya. Dia membantah keras rumor bahwa ada dana Bank Century yang digunakan untuk kampanye dirinya dalam Pilpres 2009.

“Saya dengar rumor bahwa kasus Bank Century ini ada kaitan dengan dana pemilu. Saya katakan itu tercela, kalau presiden minta dan berharap dana dari sumber tak semestinya. Itu menjadi cacat buat saya,” kata SBY saat bertemu para pimpinan media massa di Istana Negara, Jakarta, Minggu (22/11) malam.

Karena itu, agar kasus Bank Century jelas, SBY meminta agar kasus itu dibedah sejelas-jelasnya. Dia juga minta aliran dana Bank Century dibuka seluas-luasnya.

“Silakan PPATK dan bank untuk buka semua. Saya tidak ingin ada hambatan psikologis dengan rakyat. Silakan dicari siapa yang tidak proper dalam menjalankan tugas,” jelas dia.

Presiden meminta semua pihak menunggu laporan investigatif BPK yang akan diserahkan kepada pimpinan DPR hari Senin (23/11). “Kebenaran dan keadilan harus ditegakkan seterang-terangnya,” tegas SBY.

Presiden tak mempermasalahkan bila untuk menjadikan terang kasus Century, DPR menggunakan hak angket. “Kalau DPR gunakan hak angket, agar masalah ini menjadi terang, silakan saja,” kata SBY.

Kasus ini, kata SBY, akan menjadi pembelajaran yang sangat penting. Tapi yang jelas, SBY membantah semua rumor dan gosip kasus Bank Century melibatkan dirinya. “Tidak ada yang dirumorkan dan digosipkan selama ini.
Satu kata, satu perbuatan: mari kita sama-sama menjalankan tugas masing-masing,” tegas SBY.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…