Senin, 23 November 2009 20:28 WIB Boyolali Share :

Raker di hotel, Dewan Boyolali dikritik

Boyolali (Espos)–DPRD Kabupaten Boyolali melangsungkan rapat kerja (Raker) di Hotel Agas Solo, Minggu-Senin (22-23/11). Namun penyelenggaraan Raker Dewan tersebut mendapat kritikan pedas lantaran dinilai sebagai pemborosan anggaran di tengah kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami krisis.

Direktur Eksekutif Pattiro Surakarta, Alif Basuki menyayangkan pemborosan anggaran APBD untuk keperluan penyelenggaraan Raker DPRD tersebut mengingat daerah tengah mengalami krisis anggaran.

“Di saat minimnya belanja langsung, seharusnya DPRD pun melakukan efisiensi anggaran. Namun dengan penyelenggaraan Raker yang menghabiskan biaya besar tersebut, menunjukkan mereka tidak memiliki rasa di saat belanja rakyat kecil,” ungkap Alif kepada wartawan, Senin (23/11).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Thontowi Jauhari ketika dimintai tanggapan terkait hal itu mengatakan Raker tersebut dilakukan DPRD Boyolali untuk kepentingan pembahasan rencana kerja (Renja) dan pembekalan tentang APBD 2010.

Dikemukakan Thontowi, bila dilihat dari sisi fungsi, Raker tersebut penting bagi anggota DPRD Boyolali mengingat dalam hal ini anggota memperoleh pembekalan terkait APBD tahun 2010. Namun diakui Thontowi, di sisi biaya, penyelenggaraan Raker tersebut memang menghabiskan anggaran cukup besar. Namun menurutnya, pihak DPRD hanya melaksanakan sesuai yang telah dianggarkan di APBD tahun 2009 lalu.
sry

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…