Senin, 23 November 2009 16:39 WIB Ekonomi Share :

PLN akan bangun PLTU di Indramayu


Jakarta-
-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebesar 2×1.000 MW di Indramayu.

Menurut Direktur Perencanaan PLN Teknologi Bambang Praptono, perseroan akan mendapat pendanaan melalui pinjaman sebesar US$ 2 miliar dari JICA (Japan International Cooperation Agency ).

“Sudah ada dari JICA, paling sekitar US$ 2 miliar,” katanya usai raker bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11).

Menurutnya, PLTU tersebut merupakan bagian dari proyek 10.000 MW tahap kedua. Pembangunan masa konstruksi diperkirakan 3 tahun, dimulai tahun 2012. Sehingga pada tahun 2015 diharapkan sudah bisa beroperasi.

“Kita baru lakukan FS (feasebility study) , kalau FS selesai tahun depan, kita lanjutkan ke Bappenas. Berarti 2011 kita mulai engineering-nya,” katanya.

Ia menambahkan, proyek tersebut merupakan milik pemerintah, jadi merupakan subsidiary loan agreement (SLA).

Selain itu, perusahaan pelat merah itu juga akan mencari kredit ekspor tambahan untuk beberapa proyeknya di tahun 2010. Proyek tersebut antara lain penambahan daya sebanyak 1.250 MW di PLTGU Muaratawar yang membutuhkan dana sekitar US$ 850 juta.

BUMN listrik itu juga akan memasang kabel bawah laut Jawa Bali senilai US$ 60 juta dan penguatan jaringan dan distribusi wilayah Jakarta dan sekitarnya yang diperkirakan menelan biaya US$ 300 juta.

“Untuk Muaratawar, kabel laut Jawa-Bali, dan penguatan jaringan di Jakarta kita cari kredit ekspor,” ungkapnya.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…