Senin, 23 November 2009 14:49 WIB Ekonomi Share :

Menperin
Turunkan bunga KUR jadi 12 persen

Jakarta–Menperin MS Hidayat mengharapkan kalangan bank pelaksana menurunkan suku bunga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 12 persen dan tidak menjadikan jaminan sebagai syarat mutlak persetujuan kredit.

“Saya berharap suku bunga KUR turun menjadi 12 persen, setelah itu baru secara bertahap diturunkan menjadi di bawah 10 persen,” ujarnya di sela kunjungan ke pameran produk unggulan Jawa Barat, di Plasa Depperin, Jakarta, Senin.

Pemerintah menerapkan suku bunga KUR maksimal 16 persen, namun dalam pelaksanaannya bank pelaksana yang terdiri atas BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, Bank Syariah Mandiri, dan Bukopin menerapkan suku bunga KUR bervariasi antara 14,5 sampai 15,5 persen.

Ia mengatakan, pihaknya telah menemui Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution untuk membahas penurunan suku bunga KUR agar kalangan usaha dan industri mikro, kecil dan menengah (IMKM) tidak terbebani bunga tinggi seperti layaknya kredit komersial untuk perusahaan besar.

“Saat ini bank pelaksana masih menerapkan suku bunga KUR yang tinggi sampai 14 persen dan menerapkan persyaratan perbankan yang ketat,” ujarnya.

Akibat persyaratan bank yang ketat, lanjut Hidayat, masalah agunan atau jaminan menjadi kendala dalam penyaluran KUR yang dibutuhkan UMKM. Ia mengatakan tidak semua UMKM memiliki jaminan, seperti UMKM yang bergerak di sektor industri kreatif perangkat lunak (softaware) dan animasi.

“Yang menjadi jaminan bagi industri kreatif adalah otak mereka. Jadi harus ada klausul yang fleksible dalam penyaluran KUR,” ujar Hidayat.

Ia berharap perbankan tidak menjadikan jaminan sebagai persyaratan mutlak untuk mendapatkan kredit. Perbankan hendaknya melihat kinerja dan prospek UMKM bersangkutan, serta melakukan pengawasan dan pembinaan agar mereka bisa membayar kredit tersebut.

“Tugas saya juga memastikan komitmen pemerintah untuk menyalurkan KUR sebanyak Rp 20 triliun per tahun bisa teralisasi,” ujarnya. 

Hidayat juga mengusulkan agar bank pelaksana KUR diperluas, tidak hanya enam bank tersebut. Menurut dia, Bank Pembangunan Daerah dan bank swasta yang bagus juga diberi kesempatan menyalurkan KUR.

“Banyak Bank di daerah juga bagus, demikian pula bank swasta. Bahkan di Jawa Barat, sebagian UMKM justru menggunakan kredit dari bank swasta yaitu kredit Bank Bersaudara milik Arifin Panigoro,” ujarnya.

Pada pameran produk unggulan Jawa Barat itu, Hidayat mengunjungi hampir semua gerai yang antara lain berupa batik Cirebon, rajut, sepatu, lampu hias, mebel, makanan dan minuman, serta aksesoris mobil. 

Menurut data Depperin, saat ini jumlah industri kecil dan menengah yang menggeluti produk kerajinan sebanyak 73.749 unit usaha dengan nilai investasi 2,5 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 150.703 orang.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…