Senin, 23 November 2009 22:45 WIB Solo Share :

Lima jalan raya Soloraya rawan putus

Solo (Espos)–Para pengguna jalan raya di Soloraya diminta mewaspadi sejumlah jalur utama di musim hujan ini. Pasalnya, lima akses jalan raya di Soloraya rawan putus jika Sungai Bengawan Solo kembali mengamuk di musim hujan ini.

Selain itu, sebanyak sepuluh akses utama jalan raya menuju Jawa Timur (Jatim) juga rawan putus jika musibah banjir dari Sungai melegenda itu kembali terulang.

Data yang dihimpun Espos dari Balai Besar Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengungkapkan, lima akses utama di Soloraya yang rawan putus antara lain ialah Jalan Raya Solo – Sukoharjo di Desa Kepuh,  Kecamatan Nguter, Jalan Raya Solo – Sukoharjo di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, serta Jalan Raya Solo – Sukoharjo di Desa Grogol, Kecamatan Grogol.

Sementara dua akses jalan raya lainnya berada di Kabupaten Sragen yakni Jalan Raya Solo –Sragen di Desa Grompol Kecamatan Masaran serta Jalan Raya Sragen – Ngawi yang sebagian masuk di Kecamatan Kedung Galar Ngawi.

Terkait itulah, warga diminta mewaspadai jalur-jalur yang diprediksi BBWSBS rawan terendam banjir tersebut. Saat ini, BBWSBS telah melakukan upaya pencegahan banjir dengan melalukan sejumlah revitalisasi dan normalisasi sungai, melakukan perbaikan dan peninggian tanggul, serta penguatan dan pembangunan sejumlah jembatan di sepanjang jalur yang terlewati Sungai Bengawan Solo Jateng-Jatim.

Meski demikian, program tersebut adalah program yang berjalan secara berkelanjutan yang diprediksikan baru selesai hingga tahun 2014 nanti. “Terkait itulah, kami meminta warga tetap mewaspadai sejumlah jalur-jalur yang rawan terendam banjir itu. Bagi warga yang tinggal di kawasan dekat bantaran juga berhati-hati, karena iklim saat ini masih ekstrem,” ujar Kepala Satgas penanganan Banjir Jateng-Jatim dari BBWSBS, Sudarsono kepada Espos, Jumat (20/11).

Sudarsono melanjutkan, sepuluh akses jalan raya yang menuju Jatim juga rawan putus lantaran ancaman banjir dari Sungai Bengawan Solo. Sepuluh jalan raya itu antara lain Jalan Raya Ngawi – Madiun, di Kecamatan Geneng, Jalan Raya Madiun – Caruban di Kecamatan Balerejo, Jalan Raya Ngawi – Bojonegoro di Kecamatan Padangan, Jalan Raya Ngawi – Bojonegoro di Kecamatan Kalitidu serta Jalan Raya Bojonegoro – Babat di Kecamatan Kapas dan  Kecamatan Sumber Rejo.

Lima jalan raya lainnya ialah Jalan Raya Babat – Lamongan Kecamatan Pucuk, Jalan Raya Babat – Lamongan Kecamatan Turi, Jalan Raya Lamongan – Gresik di Kecamatan Deket, Jalan Raya Pacitan – Ponorogo di Kecamatan Arjosari, serta Jalan Raya Pacitan – Ponorogo di Kecamatan Slahung. “Yang jelas, kami akan selalu menyajikan data terkait penanganan banjir, tingkat elevasi air, serta kondisi Waduk Gajah Mungkur tiap waktu 24 jam non stop kepada warga,” tegasnya.

asa

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…