Senin, 23 November 2009 21:15 WIB Sukoharjo Share :

Jelang Pilkada Sukoharjo, PKS munculkan 7 pasang calon

Sukoharjo (Espos)–Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) me-launching tujuh pasangan yang bakal maju dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2010 mendatang berdasarkan survei pengurus struktural partai.

Ketua DPD PKS, Bimawan dalam jumpa pers, Senin (23/11) menjelaskan, ketujuh pasangan tersebut muncul berdasarkan hasil survei yang dilakukan jajaran pengurus struktural PKS. Pasangan yang mengantongi suara dewan pimpinan cabang (DPC) terbanyak adalah M Toha sebagai bakal calon bupati dan Hasman Budiadi sebagai bakal calon wakil bupati.

Sementara pada urutan kedua ditempati pasangan Wardoyo Wijaya yang saat ini mencalonkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beserta Hasman Budiadi dari PKS.
“Berdasarkan hasil pertemuan dengan DPC di seluruh Sukoharjo Senin pagi, muncul tujuh pasangan yang bakal maju dalam Pilkada. Ketujuh pasangan itu selanjutnya akan kami bawa dalam Pemilu internal sekitar Desember mendatang,” jelasnya.

Bimawan menambahkan, melalui Pemilu internal keberlanjutan ketujuh pasangan tersebut akan dibahas lebih lanjut. Terkait Pemilu internal PKS, menurutnya, akan melibatkan tak hanya pengurus struktural melainkan juga para kader. Output dari Pemilu internal selanjutnya menghasilkan satu pasangan yang diusung PKS dalam Pilkada.

Disinggung mengenai rencana koalisasi dengan partai Islam lainnya, Bimawan menambahkan, sampai saat ini masih terus dimatangkan.

Dijumpai terpisah, koordinator tim pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati PDIP, Sukardi Budi Martono menjelaskan, berdasar hasil rekapitulasi akhir, sebanyak tiga orang yang mendaftarkan diri sebagai wakil bupati dan dua orang sebagai bupati. “Minggu (22/11) tepat pukul 00.00 WIB, pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati PDIP resmi kami tutup. Dari pihak kami tidak ada rencana untuk memperpanjang masa pendaftaran,” jelas Budi.

aps

lowongan kerja
lowongan kerja PT. WATUKALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…